Peringatan menuju satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor dimeriahkan dengan pertandingan eksibisi bertajuk Super Copa 100 Tahun Gontor.

Laga ini mempertemukan Timnas All Star melawan Gontor FC.

>>> Junior de Barranquilla Kalahkan Atletico Nacional di Final Liga Kolombia

Atmosfer unik langsung terasa sejak awal pertandingan. Komentator memandu jalannya laga menggunakan bahasa Arab dan Inggris secara bergantian.

Gaya pemanduan dengan bahasa asing tersebut menghadirkan nuansa kompetisi internasional. Penonton di stadion maupun di rumah disuguhi sensasi menonton sepak bola yang tegang sekaligus edukatif.

Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama. Kedua tim tampil menekan dan saling balas tendangan untuk mencetak gol.

Laga berlangsung kompetitif dan menghibur dengan terciptanya empat gol berkelas. Panitia mengapresiasi perjuangan kedua tim serta suporter yang menghidupkan atmosfer pertandingan.

Olahraga sebagai Media Dakwah Santri

Esensi penyelenggaraan Super Copa melampaui urusan menang dan kalah.

>>> Grup A Piala Dunia 2026 Diprediksi Hadirkan Persaingan Ketat

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, menegaskan pesan penting tentang korelasi olahraga dan nilai kepesantrenan.

Menurutnya, olahraga adalah media dakwah yang efektif. Ia meyakini santri berbakat bisa menjadi pemain sepak bola tingkat nasional.

Pertandingan olahraga menanamkan nilai pendidikan, jiwa perjuangan, dan semangat persatuan. Gontor percaya alumni dengan bakat sepak bola dapat bersinar di tingkat nasional.

Penggunaan bahasa Arab dan Inggris oleh komentator mencerminkan identitas Gontor yang menekankan penguasaan bahasa internasional.

>>> Janice Tjen Kalahkan Nao Hibino di Birmingham Open

Lewat sepak bola, Gontor membuktikan bahwa modernitas, prestasi olahraga, dan dakwah islamiah dapat berjalan beriringan.