Piala Dunia FIFA 2014 masih dikenang sebagai turnamen sepak bola paling ikonik dalam sejarah olahraga modern.

Perhelatan ini berlangsung di Brasil, yang menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah edisi 1950.

Atmosfer karnaval mewarnai kompetisi di Amerika Selatan ini. Ajang ini menyajikan drama di lapangan, produktivitas gol tinggi, dan hasil pertandingan yang mengguncang dunia.

Tuan Rumah dan Peserta

Brasil terpilih sebagai penyelenggara untuk menyambut 32 tim nasional terbaik. Pertandingan digelar di 12 kota, dari Manaus di Amazon hingga Porto Alegre di selatan.

Berikut daftar peserta berdasarkan zona:

  • UEFA: Jerman, Belanda, Belgia, Prancis, Swiss, Italia, Inggris, Portugal, Spanyol, Yunani, Kroasia, Rusia, Bosnia dan Herzegovina.
  • CONMEBOL: Brasil, Argentina, Kolombia, Chili, Uruguay, Ekuador.
  • CAF: Nigeria, Aljazair, Pantai Gading, Kamerun, Ghana.
  • AFC: Australia, Jepang, Korea Selatan, Iran.
  • CONCACAF: Amerika Serikat, Meksiko, Kosta Rika, Honduras.

Kehadiran tim-tim besar dari berbagai benua menjanjikan kompetisi ketat sejak fase grup. Keberagaman gaya bermain menjadi daya tarik utama.

Final Bersejarah

Partai final mempertemukan Jerman melawan Argentina. Ini adalah kali ketiga kedua negara bertemu di final Piala Dunia, setelah 1986 dan 1990.

Stadion Maracanã di Rio de Janeiro menjadi saksi pada 13 Juli 2014. Kedua tim bermain disiplin sehingga skor 0-0 selama 90 menit.

Pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Jerman akhirnya menang 1-0 berkat gol Mario Götze pada menit ke-113.

Götze melepaskan tembakan setelah menerima umpan silang Andre Schürrle. Kemenangan ini menobatkan Jerman sebagai negara Eropa pertama yang juara Piala Dunia di tanah Amerika.

Momen Menarik dan Kontroversi

Piala Dunia 2014 penuh momen yang terus dibicarakan. Beberapa peristiwa menjadi catatan kelam maupun prestasi luar biasa.