>>> Jejak Brad Pitt di Anak-anaknya Terancam Makin Hilang

Microsoft sebelumnya juga sempat menuai skeptisisme ketat dari para ahli setelah terpaksa menarik makalah di jurnal Nature pada 2018 karena klaim keliru.

Namun, Jason Zander, Wakil Presiden Eksekutif Microsoft Quantum and Discovery, menegaskan komitmen timnya terhadap transparansi ilmiah. "Kami mendukungnya 100%," kata Zander.

"Kami sangat menghargai ketatnya kajian ilmiah. Kami menyambut baik perdebatan yang selalu menjadi bagian dari fisika...

hal utama yang ingin saya sampaikan kepada orang-orang, silakan baca makalahnya dan lihat apa yang ada di sana, bicaralah dengan para ahli yang telah kami berikan informasi mendalam."

Potensi Solusi Global

Jika lini masa ini terwujud, komputer kuantum Microsoft berpotensi menyelesaikan masalah lingkungan dan pangan yang biasanya membutuhkan waktu puluhan tahun.

Contohnya seperti memusnahkan mikroplastik atau menciptakan pupuk yang lebih baik.

Zander melihat teknologi ini sebagai kolaborasi masa depan antara manusia, kecerdasan buatan (AI), dan komputer kuantum untuk mempercepat solusi bagi masyarakat.

"Jika Anda melihat pada penghapusan bahan kimia abadi, menyingkirkan mikroplastik, hal-hal seperti itu, itu adalah hal-hal yang secara tradisional, jika kita membutuhkan waktu 15, 20, 30 tahun untuk mengetahuinya, itu adalah waktu yang sangat lama," ujar Zander.

>>> Reaktor Fusi EAST China Berhasil Lampaui Batas Kepadatan Plasma

"Ini bukan tentang melenyapkan manusia, ini tentang memberi manusia alat yang dapat membantu mereka mempercepat proses tersebut, yang sebenarnya akan membantu masyarakat, saya pikir."