• Lakukan riset mendalam terkait kuota daya tampung dan tingkat persaingan jurusan: Calon mahasiswa disarankan aktif mencari informasi mengenai kapasitas penerimaan mahasiswa baru di kampus tujuan.
  • Sesuaikan pilihan jurusan dengan perolehan nilai atau kapasitas kemampuan tes: Penting untuk memetakan skor UTBK atau kemampuan akademik diri sendiri dengan rata-rata nilai yang biasanya lolos di jurusan tertentu.
  • Cari alternatif program studi yang masih berada dalam satu rumpun ilmu: Mempertimbangkan jurusan yang kurang populer namun memiliki prospek kerja cerah bisa menjadi langkah cerdas.
  • Pertimbangkan aspek biaya pendidikan secara matang: Jalur mandiri biasanya melibatkan biaya tambahan seperti uang pangkal atau sumbangan pengembangan institusi.
  • Daftar di lebih dari satu perguruan tinggi untuk memperluas peluang: Mencoba keberuntungan di beberapa kampus sekaligus dapat meminimalkan risiko kegagalan.

Langkah awal yang sangat penting adalah melakukan riset kuota penerimaan dan tingkat keketatan pada jurusan di universitas target.

Informasi mendetail mengenai hal ini biasanya sudah tersedia dan dapat diakses dengan mudah melalui situs resmi penerimaan mahasiswa baru di masing-masing kampus.

Melalui data tersebut, peserta seleksi dapat mengukur seberapa besar probabilitas mereka untuk bisa menembus jurusan yang diinginkan.

Strategi yang efektif adalah menyusun daftar prioritas secara realistis agar tenaga dan waktu yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.

Anda tetap diperbolehkan meletakkan jurusan impian pada pilihan pertama sebagai bentuk usaha maksimal.

Namun, untuk pilihan selanjutnya, sangat disarankan untuk memilih program studi yang memiliki tingkat persaingan yang lebih moderat atau rendah demi keamanan posisi.

Langkah taktis ini sangat membantu dalam memperbesar kans kelolosan tanpa harus mengorbankan minat akademik secara keseluruhan.

>>> Agustina Arumsari Resmi Jabat Wakil Kepala BGN, Auditor Antikorupsi