Ferrari akhirnya resmi memasuki era elektrifikasi. Pabrikan asal Italia itu memperkenalkan model listrik pertamanya bernama Luce.

Kehadiran kendaraan berbasis baterai ini menandai langkah besar bagi merek legendaris tersebut.

>>> Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP, Simak Jadwal Cair dan Syarat NIK NISN Terbaru

Estimasi Harga Fantastis

Harga resmi Ferrari Luce belum diumumkan secara terbuka. Namun, Ferrari memberikan lampu hijau bagi Bloomberg untuk mempublikasikan estimasi harganya.

Di pasar Eropa, mobil listrik mewah ini diperkirakan dibanderol mulai 550 ribu euro. Angka tersebut setara dengan Rp11,4 miliar.

Estimasi harga masih bersifat sementara dan berpotensi berubah sekitar 10 persen. Perubahan kemungkinan difinalisasi menjelang pengiriman perdana pada Oktober 2026.

Jika estimasi tersebut akurat, Ferrari Luce diprediksi menjadi salah satu model produksi massal termahal di dunia. Termasuk di pasar Australia.

Tingginya harga dipengaruhi oleh posisi brand Ferrari serta teknologi baterai mutakhir yang diusung.

Di Australia, harga jual Luce diperkirakan melonjak drastis akibat Pajak Mobil Mewah (LCT).

Dengan harga dasar sekitar US$900 ribu, konsumen di sana mungkin harus membayar hingga A$1,1 juta sebelum biaya tambahan.

>>> Harta Karun Emas 1.200 Tahun Ditemukan di Jalur Haji Arab Saudi

Berikut perbandingan estimasi harga Ferrari Luce dengan model mewah lainnya di Australia:

  • Ferrari Luce (Estimasi): A$1.100.000
  • Rolls-Royce Spectre Black Badge: A$933.000
  • Ferrari 849 Testarossa: A$932.648
  • Ferrari 12Cilindri Convertible: A$886.800
  • Ferrari Purosangue: A$728.000

Tabel di atas menunjukkan harga Luce jauh melampaui model Ferrari lainnya yang masih konvensional. Harganya diprediksi mengalahkan Rolls-Royce Spectre, mobil listrik termahal di Australia saat ini.

Strategi Masa Depan Ferrari

Ferrari sudah membuka keran pemesanan untuk Luce sejak awal tahun 2026. Meskipun berfokus pada teknologi listrik, pabrikan ini tetap berkomitmen memproduksi kendaraan bermesin bensin dan hybrid.

Strategi ini dilakukan agar pelanggan tetap memiliki pilihan sesuai preferensi berkendara.

Ferrari memproyeksikan bahwa pada akhir dekade ini, lini kendaraan listrik murni akan menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan global.

Sementara itu, porsi mayoritas penjualan sebesar 80 persen diharapkan tetap didominasi oleh kombinasi model bermesin pembakaran internal dan hybrid.

>>> Manchester United Sepakat Tebus Ederson dari Atalanta Rp912 Miliar

Langkah ini diambil demi menjaga warisan performa tinggi yang melekat pada logo kuda jingkrak.