Ghana mendapatkan peluang terbaik mereka di babak pertama pada menit ke-36 melalui kaki Kamaldeen Sulemana.

Penyerang tersebut melepaskan tembakan melengkung dari sisi kiri kotak penalti, namun kiper Wales, Karl Darlow, tampil sigap mengamankan bola.

Memasuki akhir babak pertama, kedua tim terus melakukan jual beli serangan secara bergantian. Meskipun banyak peluang tercipta, skor kacamata alias 0-0 tetap bertahan hingga turun minum.

>>> Transformasi DDTC di Usia Satu Dekade, Wajah Baru Perpajakan 2026 yang Banyak Dicari Pihak Berwenang

Saling Balas Serangan di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, Carlos Queiroz selaku pelatih Ghana melakukan langkah berani dengan mengganti empat pemain sekaligus.

Ernest Nuamah, Brandon Thomas-Asante, Kwasi Sibo, dan Benjamin Asare dimasukkan untuk menyegarkan alur serangan tim tamu.

Wales merespons perubahan strategi tersebut dengan memasukkan tenaga baru pada menit ke-60. Craig Bellamy menurunkan Lewis Koumas, Nathan Broadhead, dan Cameron Congreve guna meningkatkan daya gedor The Dragons.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66 melalui skema serangan balik cepat yang dibangun oleh para pemain Ghana.

Ernest Nuamah melepaskan tembakan keras yang sebenarnya sempat ditepis oleh Karl Darlow.

Namun, bola muntah hasil tepisan tersebut jatuh tepat di hadapan Caleb Yirenkyi yang langsung menyambarnya dengan tenang. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.

Dua menit kemudian, Ghana hampir saja memperlebar jarak keunggulan mereka atas tuan rumah. Sundulan Jerome Opoku yang memanfaatkan situasi bola mati kembali berhasil digagalkan oleh penyelamatan gemilang Darlow.

Tertinggal satu gol membuat Wales meningkatkan tekanan secara agresif demi mencari gol penyeimbang.

Lewis Koumas sebenarnya memiliki dua peluang bagus lewat sundulan pada menit ke-70 dan 74, namun akurasinya masih meleset dari sasaran.