Persaingan Moto3 musim 2026 tidak hanya panas di lintasan. Publik mulai penasaran dengan nilai kontrak para pembalap muda.

Dua nama yang menjadi sorotan jelang seri Italia di Sirkuit Mugello adalah Veda Ega Pratama dan David Munoz.

Veda adalah pembalap andalan Indonesia, sementara Munoz rival tangguh asal Spanyol.

Secara resmi, rincian gaji dan kontrak dijaga ketat oleh regulasi FIM World Championship. Pihak penyelenggara memilih merahasiakan detail nominal dari konsumsi publik.

Namun, berdasarkan laporan industri dan estimasi di paddock, gambaran pendapatan mulai terungkap. Pembalap Moto3 umumnya mengantongi pendapatan antara 30 ribu hingga 150 ribu Euro per musim.

Jika dikonversi ke rupiah, nilai tersebut setara Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar per tahun. Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan pendapatan di kelas utama MotoGP.

Pendapatan di kasta ketiga balap motor dunia bisa menurun drastis tanpa sokongan sponsor kuat. Bahkan, ada kemungkinan pembalap tidak mendapat gaji pokok sama sekali jika minim dukungan finansial.

Pengecualian biasanya berlaku bagi talenta spesial seperti Jorge Martin saat debut di usia 17 tahun bersama Aspar Team.

Saat itu, Martin mendapat gaji pokok 40 ribu Euro plus bonus sponsor 70 ribu Euro.

Skema Kontrak Veda Ega Pratama

Veda Ega Pratama diprediksi memiliki skema kontrak yang solid berkat jalur prestisius yang ia lalui. Ia dipromosikan melalui program Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup.

Berkat rekam jejak gemilang, pembalap asal Gunungkidul ini diyakini menerima Kontrak Standar Tim dari pabrikan Honda. Status ini memberikan keuntungan besar bagi karier internasionalnya.

Skema kontrak ini membebaskan Veda dari label sebagai pembalap pay rider. Seluruh biaya operasional selama musim balap ditanggung penuh oleh tim pabrikan, yaitu Honda Team Asia.