Musisi asal Sulawesi Tenggara, Raim Laode, kembali merilis karya terbaru berjudul "Iqro'" pada 6 Februari 2026. Lagu ini bernuansa religi dan dipersiapkan untuk menyambut Ramadan.

Berbeda dengan hit sebelumnya "Komang", lagu ini lebih menonjolkan sisi spiritual. Meski bernuansa keagamaan, liriknya dikemas universal sehingga relevan bagi siapa pun yang merenungi makna hidup.

>>> IHSG Hari Ini Ditutup di Zona Hijau 6.195, 281 Saham Menguat

Makna Spiritual di Balik Judul Iqro'

Judul "Iqro'" merujuk pada ayat pertama Surat Al-'Alaq yang berarti "Bacalah". Raim mengajak pendengar membaca kebesaran Tuhan melalui alam semesta.

Lagu ini menjadi pengingat agar tidak terjebak dalam kesombongan. Raim menekankan pentingnya melihat keagungan Sang Pencipta melalui ciptaan-Nya.

Lirik dibuka dengan kekaguman terhadap alam, seperti gambaran langit yang kokoh tanpa tiang. Diksi sederhana namun puitis membuat pendengar diajak mengamati arsitektur alam yang sempurna.

Pesan mendalam dalam lagu Iqro' antara lain:

  • Kesadaran akan kedudukan manusia yang sangat kecil, diibaratkan seperti atom di tengah luasnya alam semesta.
  • Peringatan untuk tidak sombong meski merasa memiliki segalanya.
  • Pencarian makna sejati di tengah keramaian dunia yang terasa sunyi.
  • Pemahaman bahwa kebahagiaan sesungguhnya terjadi pada saat ini, bukan sesuatu yang ditunggu nanti.
  • Penegasan bahwa harta paling berharga adalah waktu, bukan materi.

Melalui bait-bait tersebut, Raim Laode menyampaikan refleksi tentang kerendahan hati. Pesan ini semakin kuat saat memasuki chorus yang mempertanyakan jati diri manusia.

Lirik Lengkap Lagu Iqro' oleh Raim Laode

Bintang-bintang dan pepohonanKedua bersujud pada-Nya

Masih ku kagum tentang langitKokoh nan tinggi tak bertiang

Siapakah aku sebenarnya? Hanya atom yang kecil, besar sombongnya

Sampai di masa ini ku masih mencariTentang arti dunia yang ramai nan sunyi

>>> PP 20/2026 Terbit, Pemerintah Dituding Tinggalkan UMKM? Ini Faktanya

Bantu aku berjalan menuju cahayaLalu aku berjanji menjadi yang baik

Semua Kau cipta berpasangSebab hanya Engkau yang satu

Seluruh Bimasakti sujudTak ada satu pun yang luput

Siapakah aku sebenarnya? Hanya atom yang kecil, besar sombongnya

Sampai di masa ini ku masih mencariTentang arti dunia yang ramai nan sunyi

Bantu aku berjalan menuju cahayaLalu aku berjanji menjadi yang baik

Baru aku mengerti, ternyata bahagiaBukan perkara nanti, tetapi sekarang

Harta paling berharga bukanlah materiTetapi tentang waktu tak bisa kutahan

>>> Cek Tanggal Lahir Anda, Ini Rekomendasi Franchise Terbaru 2026 yang Paling Menguntungkan

Lirik penutup memberikan kesimpulan kuat tentang nilai waktu dan kehadiran diri. Raim mengingatkan bahwa fokus pada masa kini dan menghargai setiap detik adalah kunci kebahagiaan sejati.