Skuad asuhan Fabio Cannavaro tersebut dinilai memiliki organisasi pertahanan yang sangat solid dan disiplin tinggi.

>>> Teddy Sheringham Sarankan Arsenal Rekrut Trent Alexander-Arnold

"Kami telah memetakan hal ini karena kami pikir ini adalah tim yang bermain pada level yang baik dan akan menantang kami," tutur Marsch.

Marsch menambahkan bahwa Uzbekistan merupakan tim yang mengandalkan keunggulan atletis dan pertahanan kokoh, menyerupai karakter permainan Bosnia dan Herzegovina serta Qatar.

Gaya bermain defensif ini memaksa tim Kanada untuk tampil lebih agresif di lapangan.

"Mereka bertahan dengan sangat baik, dan mereka adalah tim yang besar dan atletis.

Dari sudut pandang itu, saya pikir ada beberapa kemiripan dengan Bosnia dan Herzegovina di sana, dan sedikit kemiripan dengan Qatar karena (konfederasi yang sama), tetapi saya pikir (Fabio) Cannavaro telah melakukan pekerjaan yang baik dengan (Uzbekistan)," ucap Marsch.

Kanada dituntut mematangkan organisasi permainan, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati serta memutus aliran umpan silang lawan ke dalam kotak penalti.

Pertandingan persahabatan ini menjadi tolok ukur penting sebelum Kanada melakoni laga pembuka Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina di Toronto pada 12 Juni.

"Mereka akan berorientasi defensif dan sulit ditembus," kata Marsch.

Tim pelatih menekankan bahwa agresivitas pemain harus tetap terkontrol dengan baik sepanjang laga.

Marsch menargetkan penyelesaian pertandingan tanpa ada tambahan pemain cedera baru di dalam skuadnya.

"Ini akan menjadi pertandingan di mana kami harus agresif, menghilangkan kemampuan mereka untuk melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti dan tampil baik dalam situasi bola mati.

>>> Timnas Indonesia U-19 Hajar Myanmar 3-0 di Laga Perdana Piala AFF

Ini adalah tim yang lengkap," ujar Marsch.