Pelatih tim nasional Kanada, Jesse Marsch, menerapkan strategi pembagian menit bermain saat menjamu Uzbekistan di Commonwealth Stadium, Edmonton, Senin malam waktu setempat.

Langkah ini diambil untuk menjaga kebugaran dan kesiapan fisik pemain menjelang putaran final Piala Dunia.

>>> Mees Hilgers Jalani Pemulihan Cedera Bersama Timnas Indonesia

Keputusan rotasi dipicu oleh kekhawatiran atas cedera ligamen (ACL) parah yang dialami gelandang Marcelo Flores dalam final CONCACAF Champions Cup.

Kondisi itu memaksa Marsch fokus pada manajemen ritme bertanding dua pemain veteran asal Toronto FC, Richie Laryea dan Jonathan Osorio.

Dalam laga pemanasan ini, Laryea diturunkan sebagai starter sejak menit awal, sedangkan Osorio memulai dari bangku cadangan.

Skuad Kanada saat ini diisi kombinasi 13 pemain alumni Piala Dunia 2022 serta sejumlah pilar muda yang baru mencatat debut di turnamen besar.

"Richie akan bermain selama 30 menit," ujar Marsch dalam panggilan Zoom pada Minggu siang.

Marsch menjelaskan bahwa mayoritas pemain akan mendapat kesempatan tampil selama satu babak dalam laga uji coba ini.

Beberapa pemain seperti Moïse Bombito dipastikan siap bertanding, sementara Ali Ahmed dan Jacob Shaffelburg masih membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

"Sebagian besar pemain akan bermain selama 45 menit besok, jadi kami akan memperlakukan ini sebagai pembagian skuad. Moïse (Bombito) seharusnya siap tampil.

Sebagian besar pemain kami seharusnya siap tampil. (Untuk) Ali Ahmed, kami pikir ini sedikit terlalu dini, jadi dia akan membutuhkan lebih banyak waktu.

Jacob Shaffelburg juga akan membutuhkan lebih banyak waktu," kata Marsch.

Strategi ini juga diterapkan untuk menguji fleksibilitas taktik tim menghadapi Uzbekistan yang memiliki gaya bermain mirip dengan calon lawan mereka di fase grup Piala Dunia nanti.