Tim nasional Portugal memanfaatkan memori mendiang Diogo Jota sebagai sumber motivasi ekstra untuk mengarungi Piala Dunia 2026.

Hal itu dikonfirmasi gelandang Al Hilal, Ruben Neves, pada Selasa (2/6/2026).

>>> Vincenzo Montella Umumkan 26 Pemain Turki untuk Piala Dunia 2026

Jota, penyerang Liverpool, meninggal dunia pada 3 Juli tahun lalu akibat kecelakaan mobil di Spanyol.

Tragedi itu terjadi tidak lama setelah ia membawa Portugal memenangkan trofi UEFA Nations League.

Ruben Neves, sahabat dekat mendiang Jota, mengungkapkan bahwa skuad Portugal kerap membahas kepergian sang penyerang. Kenangan tersebut kini diubah menjadi dorongan moral bagi tim.

"Terkadang Anda perlu berpegang pada sesuatu untuk mendapatkan tambahan kekuatan. Itu akan menjadi salah satu hal yang bisa memberi kami kekuatan ekstra pada momen-momen tertentu," ujar Neves.

Neves memiliki ikatan emosional kuat karena pernah bermain bersama Jota di tim nasional, FC Porto, dan Wolverhampton Wanderers.

Pemain berusia 29 tahun itu sebelumnya menjadi penentu kemenangan Portugal atas Spanyol di final UEFA Nations League lewat adu penalti.

"Setelah pertandingan itu, saya mengatakan bahwa itu adalah salah satu gol terpenting dalam karier saya, bahkan mungkin yang paling penting," kata Neves.

Meski mengenang momen penalti tersebut, Neves menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memenangkan pertandingan dalam waktu normal.

Portugal enggan bergantung pada drama adu penalti di Piala Dunia kali ini.

"Saya lebih memilih menang dalam 90 menit dan tidak harus melalui adu penalti. Kami fokus pada apa yang bisa kami capai sebagai sebuah tim," tuturnya.

Skuad Portugal yang dipimpin Cristiano Ronaldo kini diunggulkan dalam turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.