Lionel Messi akan berhadapan dengan Spanyol, negara yang berjasa besar dalam membangun bakat dan membesarkan namanya, pada final Piala Dunia 2026.

Pertandingan antara Argentina dan Spanyol ini akan berlangsung di Stadion MetLife, New York, pada Minggu (19/7) atau Senin (20/7) dini hari WIB.

>>> Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah Boyolali Penemu Celah Keamanan NASA

Media Spanyol AS menulis bahwa meskipun Messi mewakili Argentina dan selalu mengidentifikasi dirinya dengan tempat kelahirannya, Spanyol telah menjadi pusat perjalanan sepak bolanya.

Messi lahir di Rosario, Argentina pada 1987 dan bergabung dengan akademi Barcelona pada usia 13 bersama keluarganya. Kepindahan ke Spanyol menjadi titik tolak kariernya.

Kepindahan itu terjadi setelah Barcelona setuju menanggung biaya perawatan hormon pertumbuhannya, yang menjadi kendala besar di awal perkembangannya.

Di La Masia, akademi Barcelona, Messi tampil menonjol karena kontrol bola yang luar biasa. Olah bola dan visi mainnya juga melesat cepat.

Messi debut bersama Barcelona di La Liga pada 2004 saat berusia 17. Bersamanya, Barcelona meraih banyak gelar, dari Liga Spanyol hingga Liga Champions Eropa.

>>> Pembinaan PBSI dan BNI Asah Mental Atlet Muda Usai Sukses Ungguli China

Barcelona memberi Messi lingkungan sempurna untuk mengembangkan gaya bermainnya, dan Spanyol menjadi rumah keduanya selama lebih dari 20 tahun, tulis AS.

Messi memiliki kewarganegaraan Spanyol sejak 2005, namun ia tetap memilih membela Argentina sejak usia muda. Spanyol sempat tertarik, tetapi Messi tidak pernah bergeming.

Selama di Barcelona, Messi selalu gagal membawa Argentina juara Piala Dunia. Setelah membela Paris Saint-Germain, gelar bersama negara baru tercipta.

Ada analisis bahwa setelah berpisah dengan Barcelona, cinta Messi dialihkan ke Argentina. Klub bukan prioritas utama sang megabintang lagi, sehingga ia begitu berbahaya di timnas.

>>> 5 Peningkatan Layar Galaxy Z Fold 8 Ultra Dibanding Z Fold 7

Pada akhir pekan ini, Messi akan membela negara yang ia cintai melawan negara yang telah membesarkan bakatnya. Bisakah Messi kembali menjadi El Mesiah?