Memenangkan lotre sering dianggap sebagai keberuntungan semata. Namun, bagi Stefan Mandel, seorang pakar ekonomi, kemenangan adalah hasil perhitungan matematis yang matang.

Pada era 1990-an, Mandel bersama timnya mencatatkan rekor luar biasa dengan memenangkan lotre sebanyak 14 kali. Ia tidak menggunakan cara mistis, melainkan sistem logis untuk menaklukkan peluang kecil.

>>> Tren Baru 2026: Orang Kaya Pilih Gadai Barang Mewah karena Cair Cepat

Strategi Matematika di Balik Kemenangan Beruntun

Peluang seseorang memenangkan jackpot seperti EuroMillions biasanya sekitar 1 banding 139 juta. Mandel menyadari bahwa membeli beberapa tiket tambahan tidak akan mengubah peluang secara signifikan.

Melansir laporan dari The Hustle, Mandel menemukan celah dalam sistem lotre tertentu.

Ia melihat bahwa nilai jackpot terkadang bisa meningkat hingga tiga kali lipat dari biaya pembelian seluruh kombinasi angka.

Berikut langkah strategis yang dilakukan Stefan Mandel:

  • Menganalisis nilai jackpot: hanya mengincar lotre dengan hadiah jauh melampaui biaya pembelian seluruh tiket kombinasi.
  • Mencari investor: mengumpulkan modal dari banyak investor selama beberapa tahun.
  • Mencetak tiket mandiri: tim menyiapkan jutaan tiket dengan setiap kemungkinan angka sebelum membelinya di toko.
  • Pemilihan lokasi strategis: memilih lotre di wilayah dengan jumlah kombinasi angka lebih sedikit untuk efisiensi modal.

Strategi ini memungkinkan Mandel mendapatkan keuntungan hampir pasti karena ia menguasai hampir seluruh angka undian. Meski terlihat masif, metode ini tidak melanggar aturan eksplisit pada masa itu.

Kemenangan Besar di Virginia, Amerika Serikat

Setelah sukses di Australia, Mandel mengalihkan sasarannya ke lotre Virginia di Amerika Serikat yang menawarkan jackpot lebih besar.

>>> Perbanas Usul Blacklist Nasional untuk Pelaku Judol dan Fraud

Lotre ini hanya menggunakan angka 1 hingga 44, sehingga total kombinasinya sekitar 7 juta, lebih sedikit dari standar biasanya.