Timnas Amerika Serikat (AS) menunjukkan ketangguhan luar biasa saat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia, Rabu malam di Stadion San Francisco Bay Area.

Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama AS di babak gugur Piala Dunia dalam 24 tahun, sejak mengalahkan Meksiko pada 2002.

>>> Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru

Yang membuat kemenangan ini istimewa adalah cara AS meraihnya: mereka kehilangan striker utama Folarin Balogun akibat kartu merah pada menit ke-64, namun tetap mampu menambah keunggulan dan menjaga gawang tetap perawan.

Ketangguhan Mental Kunci Kemenangan

Kapten Tim Ream dengan percaya diri mengatakan bahwa timnya tidak goyah meski harus bermain dengan 10 pemain.

"Rasanya sangat mudah dan sederhana bagi kami saat itu, karena kami semua tenang dan tahu apa yang harus dilakukan," ujar Ream sambil tersenyum.

Gelandang Tyler Adams menambahkan bahwa resiliensi dan keyakinan tim menjadi kunci. "Di masa lalu, kami bisa runtuh dan tidak bertarung.

Tapi tim ini memiliki rasa hormat satu sama lain dan terus tumbuh dalam pertandingan."

Dua tahun lalu di Copa América, AS mengalami kekalahan memalukan setelah Tim Weah mendapat kartu merah.

Namun di bawah pelatih Mauricio Pochettino, tim telah mengembangkan kepribadian yang lebih tangguh.

>>> Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten

Ream menyebut fokus baja sebagai faktor utama. "Kecuali Anda berada di lapangan dan melihatnya di mata para pemain, sulit untuk memahaminya.

Tapi rasanya sangat nyaman, bahkan dengan 10 pemain."

Gol Bebas yang Menentukan

Kurang dari 20 menit setelah kartu merah Balogun, AS mendapat tendangan bebas tepat di luar kotak penalti.