Jelang pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kroasia, media Kroasia Jutarnji List melancarkan psywar dengan menyebut Cristiano Ronaldo sebagai pemain yang impoten.

Dalam ulasannya, media tersebut menilai performa Ronaldo di turnamen ini jauh dari ekspektasi.

>>> Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat

"Ronaldo terlihat menjengkelkan, tampil sangat terbatas, bahkan tampak impoten, lemah dan kurang simpatik," tulis Jutarnji List.

Mereka juga menyoroti dampak negatif Ronaldo terhadap permainan Portugal. "Dengan pergerakan yang terbatas, ia memaksa rekan setim menyesuaikan diri, memperlambat permainan.

Itu buruk untuk Portugal dan sangat baik untuk kami," lanjut laporan tersebut.

Kekuatan Portugal di Lini Tengah dan Bek Sayap

Meski mengkritik Ronaldo, media Kroasia mengakui kekuatan Portugal justru berada di lini tengah.

Nama-nama seperti Bruno Fernandes, Vitinha, dan Joao Neves disebut sebagai pemain kelas dunia yang bisa menjadi ancaman nyata.

>>> Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Undang Harry Styles ke Pernikahan

Sektor bek sayap Portugal juga mendapat perhatian.

Joao Cancelo dan Nuno Mendes dinilai memiliki kualitas tinggi, meski lini pertahanan tengah dianggap kurang meyakinkan dan minim kecepatan.

Di kubu Kroasia, optimisme tetap tinggi meski performa belum sepenuhnya stabil. Luka Modric bersama Mateo Kovacic dan pemain lain diyakini mampu bersaing dengan tim mana pun di dunia.

"Tim ini punya pemain yang bisa melawan siapa saja. Kami bahkan lebih dekat ke perempat final dari yang banyak orang pikirkan," tulis media tersebut.

Pertandingan ini juga berpotensi menjadi panggung terakhir Ronaldo maupun Modric di Piala Dunia.

>>> Bintang 'RHOA' Peter Thomas Kembali ke Reality TV Usai Bebas dari Penjara

Dengan tensi tinggi dan narasi besar di baliknya, laga Portugal vs Kroasia dipastikan menjadi salah satu duel paling dinantikan di babak 32 besar Piala Dunia 2026.