Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengakui antusiasme publik terhadap Timnas Indonesia menurun setelah gagal menembus kualifikasi Piala Dunia 2026.

Hal ini mendorong PSSI melakukan pembenahan total.

>>> Toyota GR86 Terbaru Versi 2026 Segera Meluncur, Ini Bocoran Spesifikasinya

Langkah pertama adalah mengganti pelatih kepala. Patrick Kluivert digantikan oleh John Herdman, yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022.

Pengalamannya diharapkan meningkatkan taktik dan mental pemain.

Target Juara Piala AFF 2026

PSSI memasang target juara Piala AFF 2026 sebagai harga mati.

Ini menjadi misi emosional karena Indonesia belum pernah juara turnamen Asia Tenggara tersebut, hanya enam kali menjadi runner-up.

Sumardji menegaskan pentingnya membuktikan kualitas tim di lapangan untuk mengembalikan kepercayaan fans. Ia merindukan momen stadion penuh seperti sediakala.

Persiapan Intensif di Bali

Timnas akan menjalani pemusatan latihan di Bali selama 20 hari pada Juli 2026. Fokusnya pada penguatan lini pertahanan dan memaksimalkan performa pemain kunci seperti Rizky Ridho.

>>> Permintaan Mobil Listrik China Melemah, Kinerja Xpeng 2026 Mengejutkan Pasar

PSSI juga berencana menaturalisasi pemain baru, termasuk Luke Vickery dan Mitchell Baker, untuk memperkuat skuad.

Data kehadiran penonton pada FIFA Series Maret 2026 menunjukkan penurunan signifikan.

Laga Indonesia vs Saint Kitts and Nevis hanya dihadiri 26.000 orang, dan vs Bulgaria 24.000 orang di SUGBK.

Angka ini menjadi cerminan rasa pesimis fans.

Sumardji berharap kerja keras dan prestasi di Piala AFF 2026 dapat mengembalikan kepercayaan publik. Ia yakin para pemain layak mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat.

>>> 10 Pencetak Gol Tertua di Piala Dunia, Rekor Eks Bomber Liga Indonesia Mengejutkan

Pada Piala AFF 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, dan Kamboja. Format kandang-tandang di babak penyisihan diharapkan mendekatkan tim dengan fans di seluruh negeri.