PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah menyelesaikan pemasangan struktur jacket dan topside pada Platform Offshore Manpatu.

Proyek ini mendukung pengembangan lapangan di wilayah Mahakam, sekitar 35 kilometer dari Balikpapan, Kalimantan Timur.

>>> Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru: Intip Status Pencairan Resmi Lewat HP

Setelah Platform Manpatu beroperasi, produksi gas diperkirakan meningkat hingga 80 juta kaki kubik per hari. Angka tersebut setara dengan 20 persen dari total produksi Mahakam pada tahun 2027.

Proyek ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pasokan energi nasional. General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menekankan pentingnya proyek Manpatu dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.

Menurut Setyo, proyek ini merupakan wujud investasi perusahaan dalam menemukan sumber daya baru dan menambah cadangan migas di Kalimantan.

Ia juga mencatat dukungan penuh dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk perusahaan dan SKK Migas.

"Keberhasilan pemasangan jacket dan topside Platform Offshore ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak terkait," ujar Setyo.

>>> Dedi Mulyadi Tolak Buru-buru Tetapkan Bandung Darurat Sampah

Tahapan Proyek dan Target Operasi

Penyelesaian pemasangan jacket dan topside merupakan bagian dari serangkaian tahapan proyek yang dimulai sejak April 2026.

Proses ini meliputi Sail Away Jacket pada 8 April, serta beberapa tahapan penting lainnya hingga 30 April 2026.

Pekerjaan pemasangan melibatkan aktivitas pengangkatan berat dan pemasangan topside berbobot 1.000 ton dengan presisi.

Seluruh proses dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan mematuhi standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).

>>> Johnny Cardoso Cedera Engkel, Terancam Absen di Piala Dunia 2026

PHM berencana melanjutkan ke tahap berikutnya, termasuk pemasangan riser dan subsea spool. Proses hook-up hingga commissioning akan memastikan platform siap beroperasi sepenuhnya pada kuartal pertama 2027.