Fabio Capello melontarkan pandangan kritis terkait situasi internal AC Milan yang tengah mengalami transisi besar. Mantan pelatih legendaris Rossoneri itu meragukan rencana klub untuk mendatangkan Ralf Rangnick.

Selain itu, Capello juga memberikan komentar pedas mengenai masa depan Rafael Leao.

>>> SUV Listrik iCAR V23 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 389,9 Juta

Ia menilai pemain asal Portugal itu belum mencapai tingkat kematangan yang diharapkan meski sudah lama di San Siro.

Pandangan Skeptis Capello Terhadap Proyek Rangnick

Kabar keinginan AC Milan menunjuk Ralf Rangnick sebagai pemimpin baru di sektor olahraga menuai reaksi.

Capello menjadi salah satu sosok yang merasa skema tersebut akan sulit berjalan mulus di Italia.

Saat ini, AC Milan berada dalam kondisi tanpa struktur kepemimpinan yang pasti.

Keputusan pemilik klub, Gerry Cardinale, memecat sejumlah figur penting manajemen membuat arah masa depan tim penuh tanda tanya.

Beberapa alasan keraguan Capello terhadap rencana perekrutan Rangnick antara lain:

  • Struktur manajemen di Liga Italia memiliki budaya yang sangat berbeda dengan kompetisi lain di Eropa.
  • Konsep supervisor olahraga yang membawahi pelatih teknis dianggap sulit diterapkan secara efektif di Milan.
  • Rangnick sukses membangun proyek Red Bull dari nol, namun tekanan di klub sebesar Milan jauh lebih masif.
  • Ada kekhawatiran mengenai adaptasi nama-nama asing dalam memahami dinamika internal sepak bola Italia yang kompleks.

Capello menyatakan langkah Cardinale merombak manajemen secara mendadak memaksa klub bergerak cepat mencari pengganti. Ia mengaku sedikit mengernyitkan dahi karena manajemen lebih memprioritaskan sosok dari luar Italia.

Meskipun mengakui kompetensi Rangnick di Salzburg dan Leipzig, Capello menegaskan Milan adalah entitas yang berbeda. Menurutnya, sulit membayangkan seorang pelatih hanya fokus melatih sementara aspek lain dikendalikan supervisor.