Game pertama sempat sengit. Dominator mencuri poin pertama pada menit ke-16 untuk memimpin sementara.

Setelah tertinggal, Bigetron mengubah gaya permainan menjadi lebih agresif. Mereka meningkatkan tempo sejak early game.

Strategi agresif itu mematikan pertahanan Dominator. Dominator kesulitan mengembangkan strategi karena terus tertekan.

Pada game kedua hingga kelima, kendali permainan sepenuhnya dipegang Bigetron. Beberapa game selesai dalam waktu kurang dari 12 menit.

Empat kemenangan beruntun mengakhiri perlawanan Dominator. Skor 4-1 menjadi bukti kematangan Bigetron sebagai juara.

Penghargaan Individu dan Tiket World Cup

Bigetron membawa pulang trofi dan hadiah uang lebih dari US$12.000. Mereka juga mendapatkan tiket emas ke Honor of Kings World Cup (KWC) 2026 di Riyadh.

Penghargaan individu juga diberikan. Finals MVP diraih ZhanQ dari Bigetron, sementara Regular Season MVP diberikan kepada CC dari Dominator.

Selain Bigetron, Dominator dan OG Esports juga dipastikan mewakili Indonesia di KWC 2026.

Keberhasilan ini membuktikan mentalitas baja Bigetron. Kemampuan bangkit dari kekalahan menunjukkan kualitas adaptasi yang matang.

>>> Mandiri Inhealth Ganti Logo Baru 2026, Resmi Perkuat Sinergi Layanan Grup

Performa di Grand Final menjadi modal kuat menghadapi tim global. Bigetron kini menjadi salah satu wakil Indonesia yang diperhitungkan di kancah internasional.