Salah satu keputusan kontroversial adalah memarkir pemain carry David "Parker" Flores hanya setelah dua pertandingan.

Situasi diperparah dengan laporan pelatih mengenai masalah dinamika tim dan sikap pemain yang sulit disatukan.

Performa paiN Gaming sangat tidak konsisten dan sulit bersaing dengan tim papan atas. Mereka finis di posisi papan bawah pada DreamLeague Season 28.

Meski sempat juara di turnamen tier-3 CCT Season 2 Series 8, hal itu belum cukup membuktikan taji mereka.

Pada ESL One Birmingham 2026, mereka kembali terpuruk di peringkat 11-12.

Kepergian paiN Gaming menjadi kabar buruk bagi ekosistem Dota 2 di Amerika Selatan. Kawasan tersebut sangat membutuhkan organisasi besar dengan stabilitas finansial untuk menyokong karier pemain.

Sebagai salah satu organisasi terbesar di wilayah itu, kekosongan yang ditinggalkan akan sangat terasa. Peluang bagi talenta muda untuk berkembang di bawah naungan tim profesional semakin menyempit.

Kasus ini membuktikan bahwa tantangan finansial dan manajemen internal masih menjadi batu sandungan utama di skena Dota 2.

>>> Tersingkir dari Indonesia Open 2026, Leo/Daniel Sampaikan Permohonan Maaf

Komunitas kini hanya bisa menanti apakah paiN Gaming akan kembali dengan struktur yang lebih matang.