Organisasi esports asal Brasil, paiN Gaming, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran diri dari kompetisi Dota 2. Keputusan ini diambil hanya dua bulan setelah mereka melakukan comeback pada awal 2026.

Melalui pengumuman resmi pada 12 April, manajemen paiN Gaming memastikan telah memutus kontrak dengan seluruh anggota tim Dota 2 dan staf pelatih.

>>> 21 Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Teratas

Langkah ini mengakhiri masa bakti singkat mereka di kancah kompetitif Valve.

Evaluasi Mendalam dan Tantangan Struktural

Manajemen menjelaskan bahwa keputusan hengkang diambil setelah penilaian menyeluruh terhadap proyek divisi Dota 2.

Terdapat berbagai kendala serius, mulai dari masalah struktural tim hingga aspek keberlanjutan organisasi jangka panjang.

Poin utama yang menjadi dasar keputusan meliputi perlunya fondasi organisasi yang lebih kokoh untuk bersaing di level tertinggi turnamen internasional.

Selain itu, ada tantangan internal yang menghambat stabilitas tim dalam mencapai target prestasi.

Kebutuhan finansial dan operasional yang besar juga menjadi pertimbangan untuk menjaga eksistensi tim tetap kompetitif.

Meskipun resmi mundur, paiN Gaming menyatakan tidak menutup pintu sepenuhnya untuk kembali di masa depan.

Perjalanan Singkat yang Diwarnai Konflik Internal

Kembalinya paiN Gaming ke skena Dota 2 sempat memicu antusiasme, terutama di kalangan komunitas Amerika Selatan.

Mereka aktif kembali pada Februari 2026 setelah absen enam tahun dengan mengakuisisi roster dari tim Peru Rejects.

>>> Veda Ega Gagal Target di Moto3 Italia 2026, Bos Honda Team Asia Beri Pujian Mengejutkan

Namun, harapan besar tersebut berhadapan dengan realita pahit sejak turnamen pertama. Di ajang DreamLeague Season 28, tim langsung didera masalah internal yang mengganggu performa.