Profil Dino Patti Djalal yang Soroti Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Prabowo
Pada 2010, Dino ditunjuk menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Selama masa penugasannya hingga 2013, hubungan Indonesia dan Amerika Serikat ditingkatkan ke tingkat Kemitraan Komprehensif atau Comprehensive Partnership.
Menjelang berakhirnya pemerintahan SBY pada 2014, Dino sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Mendirikan FPCI
Setelah tidak lagi berada di pemerintahan, Dino mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) pada 2015. Organisasi tersebut berfokus pada penguatan partisipasi publik dalam isu diplomasi dan kebijakan luar negeri.
Selain aktif melalui FPCI, ia juga dikenal sebagai penulis, pembicara, serta pengamat yang kerap memberikan pandangan mengenai perkembangan geopolitik dan hubungan internasional.
Kritik terhadap Kunjungan Luar Negeri Presiden
Pada akhir Mei 2026, Dino mengemukakan pandangannya mengenai frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurut perhitungannya, sejak dilantik sebagai kepala negara, Prabowo menghabiskan sekitar satu dari enam hari masa jabatannya untuk kegiatan di luar negeri.
Ia menilai intensitas perjalanan tersebut perlu dievaluasi, terutama karena biaya yang menyertai kunjungan presiden mencakup penggunaan pesawat, pengamanan, akomodasi, hingga kebutuhan logistik rombongan.
Dalam berbagai pernyataannya, Dino menyampaikan lima usulan yang menurutnya dapat meningkatkan efisiensi diplomasi Indonesia. Usulan tersebut meliputi pengurangan frekuensi perjalanan luar negeri, pemanfaatan forum virtual, peningkatan peran Menteri Luar Negeri dalam kunjungan tingkat menteri, transparansi anggaran perjalanan, serta penekanan pada hasil konkret dari setiap kunjungan.
Pemerintah kemudian memberikan tanggapan atas kritik tersebut. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari menyebut jumlah anggota rombongan dalam kunjungan Presiden Prabowo lebih kecil dibandingkan beberapa periode sebelumnya.
Pemerintah juga menyoroti sejumlah capaian diplomasi yang diperoleh selama kunjungan luar negeri, termasuk berbagai kerja sama strategis dan bergabungnya Indonesia dalam kelompok BRICS.
Meski menyampaikan kritik, Dino menegaskan pandangannya bertujuan mendorong diplomasi yang lebih efektif. Hubungannya dengan pemerintahan juga tetap baik. Ia bahkan pernah menerima penghargaan Bintang Mahaputra yang diberikan Presiden Prabowo sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya bagi negara.
Update Terbaru
6 Pemain Bintang dengan Gaji Tertinggi di Piala Dunia 2026
Selasa / 02-06-2026, 15:44 WIB
23 Kode Redeem FC Mobile 2 Juni 2026: Klaim 5.000 Gems dan Voucher Gratis
Selasa / 02-06-2026, 15:44 WIB
Jadwal Cair Gaji ke-13 Tahun 2026 Resmi Juni, Skema Terbaru Masih Dikaji
Selasa / 02-06-2026, 15:44 WIB
Gangguan Teknis Anthropic Claude AI Kuras Kuota Pengguna Global
Selasa / 02-06-2026, 15:39 WIB
IHSG Melaju 1% ke 6.193, Rupiah Tertekan ke Rp 17.883/USD
Selasa / 02-06-2026, 15:39 WIB
Resmi! Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Whoosh 2026
Selasa / 02-06-2026, 15:39 WIB
RI Ranking 3 Dunia Penyakit Hati Kronis, Menkes Ungkap Pemicunya
Selasa / 02-06-2026, 15:34 WIB
PP 20 Tahun 2026 Terbit, Suap dan Gratifikasi Dilarang Jadi Pengurang Pajak
Selasa / 02-06-2026, 15:34 WIB
IHSG Sesi I 2026 Melesat, Asing Borong Deretan Saham Blue Chip
Selasa / 02-06-2026, 15:34 WIB
10 Negara dengan Warga Paling Jarang ke Luar Negeri, Indonesia Nomor 2
Selasa / 02-06-2026, 15:33 WIB
10 Ciri HP Diretas atau Terinfeksi Malware dan Cara Mengatasinya
Selasa / 02-06-2026, 15:33 WIB
Huawei Resmi Luncurkan Nova 16 Series di China dengan Baterai Besar dan Kamera 200 MP
Selasa / 02-06-2026, 15:33 WIB
MG Bangun Pabrik di Spanyol, Produksi Dimulai 2028
Selasa / 02-06-2026, 15:32 WIB
Festival Soto Nusantara Boyolali 2026: 500 Porsi Gratis Siap Dibagikan, Cek Jadwalnya
Selasa / 02-06-2026, 15:32 WIB






