Pasar saham menawarkan potensi keuntungan besar, tetapi juga memiliki risiko tinggi. Investor dan trader profesional Michael Yeoh menekankan pentingnya kesiapan mental sebelum terjun ke bursa.

Menurut Michael, pemula harus mampu mengendalikan emosi dan berdamai dengan diri sendiri. Sifat negatif seperti egois, tidak mau kalah, atau dendam terhadap pasar harus disingkirkan.

>>> 5 Alasan Properti Dekat Transportasi Publik Makin Mahal dan Banyak Dicari 2026

Ia menambahkan bahwa pasar saham mengajarkan kerendahan hati. Investor yang rendah hati terus belajar, sementara yang dikuasai amarah sulit berkembang.

Pengalaman Pahit Sang Trader Profesional

Michael membagikan kisah perjalanannya yang tidak selalu mulus. Ia sempat gagal meski memulai dengan modal kecil.

Pada tiga tahun pertama, modal Rp10 juta berhasil tumbuh menjadi Rp100 juta. Namun, memasuki tahun kelima, portofolionya menyusut drastis kembali ke Rp10 juta.

Kegagalan terjadi akibat rasa percaya diri berlebihan saat pasar bullish. Strategi yang kurang tepat membuat keuntungan sirna.

>>> BFI Finance Pastikan Utang Valas Aman di Tengah Pelemahan Rupiah 2026

Akibat kerugian besar, Michael sempat frustrasi dan ingin berhenti. Ia sadar bahwa menaklukkan bursa saham tidak mudah.

Evaluasi Mental dan Strategi Investasi

Alih-alih menyerah, Michael mengevaluasi kesalahan mendasar. Ia menyimpulkan kendala utama bukan pada sistem bursa atau analisis teknis.

Ia sering menjual saham terlalu cepat karena rasa takut. Kesadaran ini mengubah pola pikir dan pendekatan mentalnya.

Faktor utama keberhasilan investasi menurut Michael meliputi pengendalian emosi, disiplin menjalankan strategi, kemauan belajar dari kesalahan, dan manajemen risiko ketat.

>>> IHSG Hari Ini Diprediksi Tertekan, Analis Sarankan Wait and See

Setelah memperbaiki aspek psikologis, Michael kini menjadi investor sukses dengan portofolio diperkirakan mencapai Rp58 miliar.