Niall Horan mengungkapkan rasa syukurnya karena sempat menghabiskan waktu bersama mendiang Liam Payne sebelum sahabatnya itu berpulang.

Momen berharga tersebut terjadi hanya beberapa minggu sebelum tragedi jatuh dari lantai tiga sebuah hotel di Buenos Aires, Argentina, merenggut nyawa Payne pada tahun 2024.

>>> Foto Prabowo di Paris Hiasi Ruang Kerja Seskab Teddy, Publik Soroti Kemewahan

Kabar duka yang menimpa rekan satu grupnya di One Direction tersebut dirasakan Niall sebagai peristiwa yang sangat mengejutkan dan sulit dipercaya.

Niall menyebut bahwa ikatan persahabatan mereka sangat kuat dan akan terus membekas meski kini sang sahabat telah tiada.

Kenangan Bahagia di Pertemuan Terakhir

Dalam sebuah wawancara dengan The Times of London, Niall mengaku sangat lega karena pertemuan terakhir mereka diisi dengan suasana yang menyenangkan.

Ia merasa sangat beruntung karena memori penutup yang ia miliki tentang Liam Payne adalah sebuah kenangan indah.

Niall juga menceritakan betapa sulitnya menerima kenyataan pahit tersebut saat pertama kali mendengar kabar duka.

Baginya, kepergian Liam terasa sangat mendadak, seolah-olah sebuah saklar kehidupan dimatikan begitu saja tanpa peringatan.

Beberapa hal yang dirasakan Niall Horan setelah kehilangan Liam Payne:

  • Perasaan tidak percaya yang mendalam pada hari pertama mendengar kabar duka.
  • Kesedihan yang bercampur dengan tawa saat mengenang tingkah konyol bersama di masa lalu.
  • Dukungan emosional yang terus mengalir di antara anggota keluarga besar mereka.
  • Kerinduan akan momen-momen santai saat mereka berlibur di pantai Australia.

Penjelasan di atas menggambarkan bagaimana proses berduka yang dialami Niall Horan, di mana kenangan manis menjadi penguat dalam menghadapi kehilangan.

Meski sedih, Niall tetap berusaha mengingat sisi ceria dari kepribadian mendiang sahabatnya.