Namun, satu bagian tampaknya menghapus perlindungan itu jika perusahaan memiliki kepemilikan langsung atau tidak langsung yang terkait dengan pemerintah musuh asing.

Di sinilah keterlibatan BAIC menimbulkan pertanyaan.

Mercedes belum panik, setidaknya tidak secara terbuka. CEO Ola Källenius baru-baru ini mengatakan perusahaan dapat mengatasi masalah kepemilikan jika diperlukan.

Ia yakin masalah apa pun dapat diselesaikan tanpa drama besar. Mercedes juga mengatakan sedang bekerja sama dengan pembuat kebijakan untuk memahami proposal tersebut.

Taruhannya cukup signifikan.

Mercedes menjual lebih dari 300.000 kendaraan penumpang di AS tahun lalu dan memiliki ambisi untuk meningkatkan angka itu.

Larangan penjualan masih jauh dari kenyataan, dan RUU bisa berubah secara substansial sebelum menjadi undang-undang.

>>> Insentif EV Kanada Dorong Lonjakan Penjualan 80%, Dealer Masih Tunggu Pembayaran

Namun, kisah ini menjadi pengingat betapa rumit dan saling terhubungnya industri otomotif modern.