Bagi banyak warga Jakarta, hewan peliharaan bukan sekadar binatang penjaga, melainkan sudah dianggap sebagai bagian dari anggota keluarga sendiri.

Ketika hewan kesayangan tersebut mati, memberikan penghormatan terakhir yang layak menjadi sebuah kebutuhan emosional yang mendalam.

>>> Jadwal Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2026 Resmi dari SKB 3 Menteri

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan, terdapat fasilitas unik bernama Taman Makam Satwa Pondok Pengayom Satwa Ragunan.

Berlokasi di Jalan Harsono RM, tempat ini menjadi saksi bisu kasih sayang pemilik hewan di ibu kota sejak puluhan tahun silam.

Sejarah Berdirinya Taman Makam Satwa Ragunan

Pemakaman khusus hewan ini memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1987. Fasilitas ini didirikan oleh Soeprapti, yang merupakan istri dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Soeprapto.

Pada awalnya, area pemakaman ini hanya difungsikan khusus bagi hewan-hewan yang mati di dalam shelter Pondok Pengayom Satwa.

Shelter tersebut dibangun atas kepedulian Soeprapti terhadap nasib anjing dan kucing yang terlantar di jalanan Jakarta.

Beliau meyakini bahwa setiap makhluk hidup, termasuk hewan yang tidak memiliki pemilik, berhak mendapatkan kasih sayang dan perlindungan.

Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang mendasari pengelolaan shelter serta area penguburan tersebut.

Terbuka untuk Umum Sejak Era 90-an

Seiring berjalannya waktu, keberadaan makam satwa ini mulai menarik perhatian masyarakat luas. Banyak pemilik hewan yang datang meminta agar peliharaan pribadi mereka bisa dimakamkan di lokasi yang sama.

Melihat tingginya permintaan tersebut, pengelola akhirnya memutuskan untuk membuka layanan pemakaman bagi publik pada tahun 1990-an.

Sejak saat itu, siapa pun dapat memberikan peristirahatan terakhir bagi hewan kesayangan mereka di sini.