Kemudahan sistem pembayaran digital juga menjadi alasan wisatawan beralih ke parkir resmi. Naufal menyebut pembayaran digital sangat membantu mempercepat proses keluar masuk kendaraan tanpa uang tunai.

“Parkirnya nyaman, saya pakai sepeda motor cuma Rp2.000 dan bisa bayar pakai QRIS. Saya memang sering parkir di situ kalau ke Malioboro,” katanya.

Pengalaman serupa dialami Isti Nurwidia, wisatawan dari Purworejo. Ia sempat berputar-putar mencari parkir kosong sebelum akhirnya menuju Beskalan.

Menurutnya, ketersediaan kantong parkir resmi yang dikelola baik sangat krusial bagi kenyamanan pengunjung. Keberadaan lahan parkir memadai mencegah wisatawan bingung saat meninggalkan kendaraan.

>>> Apakah 1 Juni 2026 Libur Nasional? Ini Aturan Resmi dan Jadwal SKB 3 Menteri

“Tadi masuk Jogja sekitar jam 12.00 belum terlalu padat, tapi sore ini ramai. Kami sempat berputar mencari parkir dan akhirnya dapat di Beskalan.

Lokasinya masih dekat dan bisa jalan kaki ke Malioboro,” ungkapnya.

Keunggulan tempat parkir resmi di Malioboro antara lain fasilitas tertata rapi, biaya transparan sesuai tarif pemerintah, opsi pembayaran non-tunai via QRIS, lokasi strategis dekat pedestrian, dan mengurangi risiko pungli.

Pengawasan Ketat dan Penertiban Parkir Liar

Personel gabungan dari Satlantas Polresta Jogja dan Dinas Perhubungan terus bersiaga selama libur panjang. Petugas aktif melakukan pengawasan di sepanjang jalur protokol dan ring satu Malioboro.

Patroli rutin digencarkan untuk menyisir area rawan parkir liar. Parkir liar di bahu jalan menjadi salah satu pemicu utama kemacetan.

Kasatlantas Polresta Jogja, AKP Alvian Hidayat, menegaskan penertiban parkir ilegal adalah prioritas. Ia mengidentifikasi bahwa titik parkir tidak resmi sering muncul seiring peningkatan jumlah wisatawan.

“Patroli kami galakkan untuk menertibkan kantong parkir liar yang sering menjadi penyebab kemacetan. Kami juga menegur pengendara yang melanggar aturan kasat mata,” jelasnya.