Saat itu, kelompok Khmer Merah menyandera sejumlah perwira militer asing. Ryamizard yang berpangkat Letnan Kolonel ditunjuk sebagai negosiator utama.

Ia menyiapkan dua strategi: diplomasi dan kesiapan operasi militer. Pendekatan persuasifnya berhasil melunakkan Khmer Merah.

Sebanyak sembilan perwira asing dibebaskan tanpa satu peluru pun. Para sandera terdiri dari tujuh perwira Inggris, satu Selandia Baru, dan satu Filipina.

PBB sempat mengusulkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Ryamizard. Namun, Panglima ABRI Jenderal Try Sutrisno menolak demi menjaga profesionalisme TNI.

Operasi Tsunami Aceh

Peran Ryamizard juga terlihat saat tsunami Aceh 2004. Sebagai KSAD, ia mengendalikan pengerahan pasukan bantuan.

Ia merancang strategi pemulihan infrastruktur. Fokusnya menyambungkan akses transportasi darat yang hancur.

Di bawah instruksinya, prajurit membangun 53 jembatan besar dan 40 jembatan kecil. Mereka juga membuka jalur darat baru sepanjang 64 kilometer.

Seluruh proyek infrastruktur darurat selesai dalam dua bulan. Ini mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.

Penghargaan

Ryamizard menerima puluhan penghargaan resmi. Tercatat sedikitnya 18 tanda kehormatan.

Beberapa di antaranya: Tanda Jasa GOM VIII/Dharma Pala, Dwija Sista, Medali Garuda XII/Canti Dharma, penghargaan PBB, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, dan Bintang Mahaputera Pratama.

>>> Pernikahan Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel Bakal Usung 3 Budaya, Kris Dayanti Ungkap Detail Terbaru

Ryamizard Ryacudu wafat pada 31 Mei 2026 di RSPAD Gatot Soebroto. Warisan pengabdiannya akan selalu dikenang.