Global Esports mencatat sejarah baru di VCT Pacific Stage 1 2026 dengan mengalahkan Paper Rex di babak playoff.

Kemenangan ini memutus dominasi panjang tim asal Singapura yang berlangsung selama lima tahun.

>>> Mendikdasmen Tinjau MTsM Ambruk di Sragen, Siapkan Skema Renovasi Terbaru 2026

Hasil ini juga mengamankan tiket Global Esports menuju VALORANT Masters London 2026.

Ini menjadi turnamen internasional tingkat Masters pertama bagi organisasi asal India tersebut sejak bergabung dalam sistem kemitraan.

Faktor Kunci Kemenangan

Beberapa faktor mendukung kemenangan bersejarah ini. Disiplin tinggi dalam menjaga area pertahanan di setiap map menjadi salah satu kunci.

Keberanian mengambil inisiatif serangan cepat berhasil merusak pola permainan agresif Paper Rex. Eksekusi strategi yang rapi di fase kritis akhir ronde juga turut berkontribusi.

Performa individu pemain kunci dalam duel satu lawan satu menjadi faktor penentu. Kemenangan ini disambut emosional oleh penggemar sebagai pembuktian kualitas tim India di level elite.

>>> Aturan DHE SDA Terbaru Berlaku Besok, Purbaya Tegaskan Repatriasi Wajib 100 Persen di 2026

Jalannya Pertandingan

Pertarungan berlangsung dalam format tiga map. Global Esports memenangkan map pertama Breeze dengan skor 13-9.

Paper Rex membalas di map kedua Lotus dengan kemenangan 13-6. Namun, Global Esports tampil dominan di map ketiga Pearl dan menutupnya dengan skor 13-5.

Autumn menjadi pemain kunci di Breeze dengan Chamber, mencatatkan tujuh first kill. UdoTan juga berkontribusi dengan 22 eliminasi menggunakan Neon.

Di Lotus, d4v41 dari Paper Rex tampil gemilang dengan Skye. Namun, di Pearl, PatMen menjadi pahlawan dengan 20 kill, disusul Autumn dengan 18 eliminasi.

Langkah Selanjutnya

Global Esports akan menghadapi FULL SENSE asal Thailand di final upper bracket pada 15 Mei 2026. Kemenangan akan mengamankan posisi unggulan pertama untuk Masters London.

>>> Eksportir Patuh Aturan DHE SDA Bakal Dapat Insentif Resmi Terbaru 2026

Paper Rex masih memiliki peluang melalui jalur lower bracket. Kekalahan ini menjadi evaluasi karena gaya agresif mereka mulai bisa diantisipasi lawan.