Qodari: Hubungan Prabowo dengan Pemimpin Dunia Jadi Modal Kuat RI 2026
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyebut hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah pemimpin dunia menjadi modal kuat bagi Indonesia pada 2026.
Menurut Qodari, jarang ada pemimpin dunia yang memiliki relasi harmonis secara simultan dengan kekuatan-kekuatan besar yang saling bersaing.
>>> Harga Trade-In iPhone, iPad, dan Mac Resmi Naik per 28 Mei 2026
Kedekatan dengan Tiga Pemimpin Adidaya
Dalam agenda persiapan PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Jakarta, Qodari menjelaskan bahwa Prabowo memiliki koneksi personal yang sangat kuat dengan tiga pemimpin utama dunia.
Mereka adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Presiden China Xi Jinping.
Qodari menganggap fenomena ini langka di panggung diplomasi global.
Daftar pemimpin dunia yang menjalin hubungan baik dengan Presiden Prabowo:
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
- Presiden Rusia, Vladimir Putin.
- Presiden China, Xi Jinping.
Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat menguntungkan di tengah persaingan geopolitik global.
Manfaat Strategis bagi Kepentingan Nasional
Qodari menegaskan bahwa hubungan baik ini bukan sekadar formalitas diplomatik. Relasi tersebut diyakini membawa dampak positif bagi stabilitas dan pertumbuhan Indonesia.
>>> CEO Nvidia Kritik Keras Bos yang PHK Karyawan Demi AI
Manfaat dari kedekatan ini akan dirasakan dalam menghadapi dinamika global. Posisi ini juga menjadi tumpuan untuk mendukung kepentingan nasional.
Ringkasan manfaat hubungan internasional Presiden Prabowo:
- Diplomasi: Memperkuat posisi tawar Indonesia di forum internasional.
- Ekonomi: Mendorong peningkatan arus investasi dan perdagangan global.
- Stabilitas: Membantu navigasi negara di tengah ketidakpastian geopolitik.
Modal sosial ini menjadi pelengkap bagi kekuatan ekonomi dan politik nasional.
Modal Sosial sebagai Instrumen Kerja Sama
Qodari memandang kedekatan personal antarkepala negara sebagai aset berharga. Ia menyebutnya modal sosial yang bernilai strategis dalam membangun kemitraan internasional.
Menurutnya, kerja sama yang saling menguntungkan tidak cukup hanya dengan modal ekonomi atau politik. Modal sosial sering menjadi kunci pembuka pintu kerja sama yang lebih erat.
Kekuatan modal sosial yang dimiliki Prabowo diharapkan memperkokoh posisi Indonesia. Hal ini mencakup kerja sama militer, teknologi, hingga investasi lintas negara.
>>> Hukum Kurban 1 Kambing untuk Satu Keluarga, Aturan Terbaru 2026
Melalui langkah diplomasi ini, Indonesia berpeluang memperluas jaringan kemitraan strategis. Upaya tersebut sejalan dengan visi Presiden untuk mengutamakan kepentingan rakyat.
Update Terbaru
Messi Bantah Argentina Tim Favorit FIFA: Kami yang Terbaik
Kamis / 16-07-2026, 17:17 WIB
Volcano Princess Rilis di Nintendo Switch 30 Juli, Demo Prolog Tersedia
Kamis / 16-07-2026, 17:16 WIB
Yoroi-Shinden Samurai Troopers Rilis Video Musik "Bakemon" untuk Lagu Penutup Cour 2
Kamis / 16-07-2026, 17:16 WIB
3 HP Kamera 200 MP Rp3 Jutaan 2026: Redmi Note 13 Pro 5G, Infinix GT 20 Pro, Realme 11
Kamis / 16-07-2026, 17:15 WIB
Ngecas HP Semalaman Aman? Ini Mitos dan Faktanya agar Baterai Awet
Kamis / 16-07-2026, 17:14 WIB
Mengenal 7 Karakter Utama The Odyssey, Adaptasi Epos Yunani Kuno
Kamis / 16-07-2026, 17:14 WIB
Samsung 990 SSD Resmi di India, Baca Cepat hingga 7.250 MB/s
Kamis / 16-07-2026, 17:14 WIB
6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih agar Kembali Kinclong
Kamis / 16-07-2026, 17:14 WIB
Tips Memilih Lipstik untuk Bibir Kering agar Nyaman dan Tidak Pecah-Pecah
Kamis / 16-07-2026, 17:14 WIB
Ortuseight Jadi Merek Sepatu Lari Paling Populer di Indonesia
Kamis / 16-07-2026, 17:14 WIB
PHK Xbox Hantam Pimpinan ZeniMax, Termasuk Veteran 14 Tahun yang Baru Menjabat
Kamis / 16-07-2026, 17:12 WIB
Pemerintah AS Turunkan Status Pengawasan Aktif untuk Cyclospora
Kamis / 16-07-2026, 17:08 WIB
Uber Akuisisi Delivery Hero dalam Kesepakatan Rp 240 Triliun
Kamis / 16-07-2026, 17:08 WIB
Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Penopang Hilirisasi dan Kemandirian Energi Nasional
Kamis / 16-07-2026, 17:08 WIB







