Beberapa bentuk dukungan nyata yang diberikan meliputi:

  • Memberikan bimbingan dan berbagi pengalaman mengenai kehidupan sosial di sekolah reguler.
  • Menjadi pendengar yang baik saat Rey Bong menghadapi masa berkabung.
  • Menyediakan waktu untuk menginap di rumah Rey agar ia tidak merasa kesepian.
  • Mendampingi secara konsisten selama jadwal promosi film hingga acara penayangan perdana.

Dukungan tersebut menunjukkan betapa kuatnya solidaritas yang mereka bangun sejak proses produksi film dimulai.

Tindakan sederhana namun tulus itu terbukti mampu membantu Rey melewati hari-hari yang sangat sulit.

Ketulusan Joshia Frederico

Secara khusus, Rey Bong menyoroti kepekaan Joshia Frederico terhadap kondisi mentalnya.

Josi bahkan rela meluangkan waktu lebih untuk memastikan Rey tidak sendirian di rumah saat merasa sedih.

"Josi benar-benar menemani saya di rumah dan menawarkan diri untuk menginap agar kami bisa berangkat promo bareng keesokan harinya," kenang Rey dengan penuh haru.

Sambil menahan tangis dan suara yang sedikit bergetar, aktor berusia 18 tahun ini mengakui besarnya arti persahabatan tersebut.

Baginya, kehadiran teman yang tulus adalah kunci utama yang membuatnya tetap kuat bertahan hingga saat ini.

Rey menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tanpa ikatan pertemanan yang kental ini, ia akan sangat kesulitan menjalani aktivitasnya belakangan ini.

>>> Beasiswa S1 Jepang 2026: Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp12 Juta per Bulan, Resmi Dibuka!

Persahabatan mereka kini menjadi bukti bahwa sinergi profesional bisa berubah menjadi hubungan persaudaraan yang nyata.