Pernyataan ini menunjukkan sikap profesional Arteta dalam mengakui keunggulan lawan sekaligus memberikan dukungan mental bagi anak asuhnya.

>>> Kabar Terbaru Jay Idzes: John Herdman Lega Cedera Kapten Timnas Indonesia Tidak Parah

Ia berharap skuad Arsenal dapat segera bangkit dari kekecewaan di Budapest tersebut.

Analisis Kegagalan di Babak Adu Penalti

Drama adu penalti menjadi sorotan utama, terutama setelah Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Kegagalan Gabriel sebagai penendang kelima memastikan gelar juara tetap bertahan di tangan klub asal Prancis tersebut.

Arteta mengungkapkan bahwa pemilihan Gabriel sebagai salah satu eksekutor merupakan keinginan sang pemain sendiri.

Meski telah mempersiapkan skenario penalti selama sesi latihan, situasi di lapangan ternyata memberikan hasil yang berbeda bagi The Gunners.

Detail mengenai persiapan dan urutan eksekutor penalti Arsenal dirangkum dalam tabel di bawah ini:

Kategori PenendangNama PemainStatus EksekusiEksekutor UtamaBukayo Saka, Martin Odegaard, Kai HavertzSesuai RencanaEksekutor TambahanEberechi EzeGagal (Melenceng)Penentu (Kelima)Gabriel MagalhaesGagal (Melambung)

Data di atas menunjukkan bahwa Arsenal sebenarnya telah memiliki daftar penendang reguler yang kompeten dalam situasi normal.

Namun, kelelahan setelah babak tambahan waktu memaksa adanya rotasi penendang yang berujung pada kurangnya efisiensi di depan gawang lawan.

Arteta menutup penjelasannya dengan membela Eberechi Eze yang selama ini dikenal jarang gagal dalam sesi latihan.

>>> 10 Tanaman Dekat Kandang Ayam Kampung Paling Dicari 2026, Multifungsi dan Efektif

Ia menyadari bahwa tekanan di partai final memiliki atmosfer berbeda yang menuntut ketepatan dan ketenangan luar biasa dari setiap pemain.