Generasi muda di China kini memiliki cara baru dalam mengalokasikan pengeluaran di tengah tekanan ekonomi dan sosial.

Fenomena ini dikenal dengan istilah qing xu jia zhi atau nilai emosional.

>>> 15 Negara Asia Paling Rajin Bangun Pagi 2026, Indonesia Nomor Satu

Alih-alih membeli barang fisik, Gen Z lebih memilih menghabiskan uang demi rasa nyaman, kebahagiaan, dan pengalaman bermakna. Tren ini mencerminkan upaya mengatasi kecemasan melalui konsumsi psikologis.

Profesi Pendamping Pendakian yang Kian Diminati

Salah satu bukti nyata ekonomi emosional terlihat di Gunung Tai, Provinsi Shandong. Kawasan sakral setinggi 1.545 meter ini melahirkan profesi baru bernama pei pa atau pendamping pendakian.

Xiao Meng, pemuda 24 tahun, adalah salah satu pelaku profesi unik ini.

Meskipun Gunung Tai memiliki lebih dari 7.500 anak tangga, ia telah menaklukkannya sebanyak 200 kali demi mendampingi klien.

Berbeda dengan pemandu wisata konvensional, tugas Xiao Meng lebih personal dan mendalam. Ia bertanggung jawab memberikan dukungan fisik maupun mental kepada para pendaki.

Ia tidak hanya membawa barang bawaan dan menyediakan logistik, tetapi juga menjadi teman mengobrol yang suportif. Dalam kondisi darurat, Xiao Meng sanggup menggendong klien yang kehabisan tenaga.

Layanan pendamping pendakian meliputi: memberikan dukungan moral dan semangat, membantu membawa perlengkapan pribadi, menyiapkan makanan dan minuman, menjadi teman diskusi, dan membantu permintaan khusus seperti membawa buket bunga untuk lamaran.

Kehadiran para pendamping memastikan setiap klien mendapatkan pengalaman pendakian maksimal tanpa terbebani secara fisik sendirian.

>>> 9 Potret Dapur Kotor di Rumah Baru Tasya Farasya, Mewah dan Fungsional

Bisnis Menjual Perasaan dan Kepuasan Emosional

Xiao Meng mulai menekuni pekerjaan ini setelah menyelesaikan studi di universitas olahraga. Berbekal stamina prima, ia mematok tarif sekitar 700 yuan atau Rp1,5 juta per hari.