Sebelum insiden maut itu terjadi, rombongan diketahui telah menghadapi masalah saat menuju lokasi sunrise di kawasan Bromo.

Ketika berada di tanjakan, jip yang dikemudikan Sonif membantu menahan kendaraan lain yang mundur. Setelah kejadian tersebut, pengemudi merasakan adanya gangguan pada rem karena kendaraannya juga sempat ikut bergerak mundur.

Sonif kemudian berupaya memperbaiki kendaraan di area sunrise sebelum perjalanan dilanjutkan. Namun saat memasuki turunan Letter S, sistem pengereman kembali tidak berfungsi.

Untuk menghindari sepeda motor yang berada di depan, pengemudi membelokkan kendaraan ke arah kanan. Upaya tersebut gagal menghentikan laju jip yang akhirnya menghantam tebing dan terguling hingga tiga kali.

Kendaraan Rusak Parah

Rekaman video yang beredar memperlihatkan bagian depan jip mengalami kerusakan berat akibat benturan keras. Pengemudi meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Yulanda sempat dievakuasi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Diketahui rombongan wisatawan tersebut berasal dari Medan dan Malang. Mereka dijadwalkan menghadiri acara lamaran keluarga pada keesokan harinya.

Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Proses evakuasi sempat menyebabkan gangguan lalu lintas di jalur wisata Bromo.

Setelah kendaraan berhasil dievakuasi, arus kendaraan kembali berjalan normal sekitar satu jam kemudian.

"Kondisi kendaraan mengalami rusak parah. Saat ini sudah aman terkendali, sudah lancar," ucap Joko.