Kronologi Hanania Travel Gagal Berangkatkan Ribuan Jemaah Umrah hingga Owner Dibawa ke Polda

Ribuan calon jemaah umrah yang batal berangkat melalui Hanania Travel akhirnya meluapkan kekecewaan mereka dengan membawa pemilik travel tersebut ke Polda Metro Jaya, Kamis (28/5/2026).

Persoalan ini bermula dari pembatalan keberangkatan jemaah sejak periode Syawal 2026. Sampai kini, banyak calon jemaah mengaku belum menerima pengembalian dana meski sudah berulang kali dijanjikan refund.

Keberangkatan Kloter Syawal Mendadak Dibatalkan

Salah satu calon jemaah, Mareta, mengaku seharusnya berangkat ke Tanah Suci bersama suami dan dua anaknya pada 26 Maret 2026.

Biaya perjalanan senilai Rp 115 juta telah dilunasi sejak Desember 2025 setelah ia tertarik promo potongan harga yang ditawarkan pihak travel.

Menurut Mareta, persiapan awal terlihat normal. Visa, koper, dan perlengkapan umrah bahkan sudah diterima sejak 10 Maret 2026. Namun hingga mendekati jadwal keberangkatan, tiket pesawat belum diberikan.

Kejanggalan mulai terasa pada 18 Maret 2026. Saat itu pihak travel menyampaikan adanya force majeure akibat situasi Timur Tengah dan konflik Iran yang disebut berdampak pada penerbangan transit melalui Dubai.

Awalnya para jemaah menerima penjelasan tersebut. Namun belakangan muncul kecurigaan setelah rombongan lain dengan penerbangan langsung menuju Jeddah juga ikut dibatalkan.

“Dari situ mulai terasa aneh karena travel lain yang direct flight tetap jalan,” kata Mareta.

>>> Profil Deasy Ibu Okin yang Ungkap Keluhan soal Cucu saat Lebaran Hingga Rachel Vennya Ikut Terseret: Umur, Agama dan IG

Alasan Travel Dinilai Tidak Masuk Akal

Pihak Hanania Travel kemudian menyampaikan alasan lain. Mereka menyebut jemaah kloter 1 Maret sempat tertahan selama 12 hari di Jeddah akibat situasi kawasan Timur Tengah sehingga perusahaan mengalami beban biaya tambahan.