Event literasi berskala nasional Out of the Boox Gudang Buku Keliling kembali digelar di 12 kota di Indonesia pada periode Mei hingga Juni 2026.

Setelah sukses di tujuh kota pada awal tahun, rangkaian kali ini mencakup Bogor, Jakarta, Cirebon, Garut, Solo, Purbalingga, Wonosobo, Ponorogo, Banyuwangi, Medan, Serang, dan Kediri.

>>> PT Sinar Terang Mandiri Tbk: Aturan Ekspor SDA Belum Berdampak

Out of the Boox menghadirkan lebih dari 20 juta buku dalam pelaksanaannya.

Gerakan ini berkolaborasi dengan lebih dari 120 komunitas lokal, 200 OOT Buddies, dan 50 media lokal serta nasional.

Kolaborasi besar ini bertujuan mengampanyekan minat baca di masyarakat secara langsung maupun online.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengatasi praktik pembajakan buku yang merugikan banyak pihak di tengah majunya teknologi di Indonesia.

Tantangan literasi di Indonesia tergolong besar.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia mencatat pengguna smartphone terkoneksi internet mencapai 89,44% dari 221.563.479 populasi pada 2024.

Namun, UNESCO menyebut indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1.000 orang, hanya satu orang yang rajin membaca.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga pernah merilis riset World's Most Literate Nations Ranked oleh Central Connecticut State University.

Riset tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-60 dari 61 negara, di bawah Thailand dan di atas Botswana.

Kondisi ini memerlukan langkah nyata dan kolaboratif untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membaca buku original.

Kerja sama antara pemerintah, komunitas, institusi pendidikan, penerbit, dan media menjadi kunci utama perubahan positif.

Akses Buku Terjangkau dan Ragam Kegiatan Edukatif

Event yang diinisiasi oleh Mizan Group ini menggabungkan bazar buku skala besar dengan kegiatan edukatif serta hiburan.