Akselerasi penetrasi pasar ini memperoleh momentum yuridis lewat traktat perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade Protocol yang telah ditandatangani di Kuala Lumpur pada Oktober 2025.

Melalui pembaruan perjanjian tersebut, pilar kerja sama ekonomi antara Tiongkok dan ASEAN untuk pertama kalinya resmi diperluas ke ranah ekonomi hijau, ekonomi digital, serta integrasi konektivitas rantai pasok.

Langkah ini juga seirama dengan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Filipina, di mana para pemimpin Asia Tenggara menegaskan ikhtiar bersama mempercepat interkoneksi ASEAN Power Grid.

Indonesia memerlukan alokasi dana sekitar USD 97 miliar demi merealisasikan target aksi iklim tahun 2030 yang tertuang dalam dokumen Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) dari kemitraan Just Energy Transition Partnership (JETP).

>>> John Herdman Pimpin Latihan Perdana Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Sementara itu, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru Indonesia tahun 2025 menetapkan target pembangunan kapasitas energi terbarukan baru sebesar 42.569 MW hingga tahun 2034.