Kunjungan wisatawan ke Kota Makassar melonjak signifikan pada 2025. Dinas Pariwisata setempat mencatat pergerakan pelancong nusantara mencapai 6,18 juta kunjungan.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini turut mendorong permintaan akomodasi perhotelan di kota tersebut.

>>> Luis de la Fuente Minta Spanyol Tampil Maksimal di Piala Dunia 2026

Destinasi Baru Disiapkan

Pemerintah Kota Makassar terus mengoptimalkan destinasi wisata untuk memperpanjang durasi tinggal wisatawan. Beberapa area yang dipersiapkan meliputi Sungai Tallo, Pulau Samalona, dan Pulau Lanjukang.

Pembenahan spot wisata bahari dan alam perkotaan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung. Selain sektor wisata, aktivitas bisnis juga menjadi pendorong utama kebutuhan akomodasi.

RedDoorz Catat 64 Ribu Pemesanan

Platform teknologi perhotelan multi-brand RedDoorz melihat tren positif ini sebagai peluang. Sepanjang 2025, total pemesanan kamar di seluruh mitra properti di Makassar mencapai 64 ribu kali.

General Manager West Area RedDoorz, Yohana Purba, menyebut Makassar memiliki posisi strategis sebagai hub bisnis di kawasan timur Indonesia.

Kota ini didukung konektivitas baik melalui Bandara Sultan Hasanuddin dengan frekuensi penerbangan tertinggi di Indonesia Timur.

Yohana menambahkan, tingginya mobilitas pekerja berdampak pada pola pemesanan hotel. Sebanyak 93 persen konsumen melakukan pemesanan mendadak pada hari H atau satu hari sebelumnya.

Mayoritas tamu, sekitar 96 persen, memilih menginap jangka pendek satu hingga dua malam. Pola ini menunjukkan kebutuhan akomodasi sangat dipengaruhi mobilitas bisnis yang cepat dan dinamis.

>>> Crystal Palace Juarai Kompetisi Eropa Pertama Usai Tekuk RB Leipzig

"Teknologi distribusi digital dan optimasi harga berbasis AI menjadi penting untuk membantu hotel menangkap peluang pasar secara real-time," jelas Yohana.