Tim astronom berhasil mengidentifikasi sampel berisi 20 bintang purba dengan karakteristik serupa. Bintang-bintang ini diduga kuat berasal dari galaksi kerdil purba bernama Loki.

Penelitian ini dipublikasikan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

>>> Meta Luncurkan Facebook Plus, Instagram Plus, dan WhatsApp Plus Berbayar

"Kami mungkin telah mendeteksi salah satu dari berbagai sistem kecil yang berkontribusi membentuk Bimasakti kita," ujar Federico Sestito, astronom dari University of Hertfordshire.

Analisis Kimiawi Ungkap Asal Usul

Riset terbaru menggunakan spektroskopi resolusi tinggi dan simulasi teoritis. Data kimiawi yang akurat memungkinkan analisis pergerakan, lokasi, dan orbit bintang.

Analisis kimia menunjukkan ke-20 bintang sangat miskin elemen berat seperti besi. Namun, mereka memperlihatkan tanda-tanda pengayaan dari supernova energi tinggi, hipernova, dan penggabungan bintang neutron.

Kombinasi data mengindikasikan galaksi asal mereka adalah galaksi kerdil energik yang berusia pendek. Galaksi itu kemudian ditelan oleh Bimasakti secara bertahap.

>>> Raffi Ahmad Tampil Plontos Usai Tahallul, Doanya di Tanah Suci Bikin Haru

"Kami berpikir bintang-bintang tua dan miskin logam ini terbentuk di satu galaksi kecil yang tertelan oleh Bimasakti yang sedang terbentuk," jelas Sestito.

Karakteristik Orbital yang Unik

Karakteristik orbital sampel ini unik karena posisinya di area piringan galaksi. Area itu biasanya dipadati bintang-bintang yang jauh lebih muda dan kaya logam.

Penemuan fosil galaksi tersembunyi di area padat bintang muda menjadi tantangan besar. Para peneliti optimistis terhadap pengembangan fasilitas spektroskopi masa depan.

"Kita akan memiliki fasilitas spektroskopi multi-objek yang akan memperoleh informasi kimia untuk ribuan bintang.

>>> Ayu Ting Ting Buka Suara soal Kedekatan dengan Kevin Gusnadi

Pada titik itu, kita akan dapat memahami lebih baik sifat-sifat dari banyak komponen penyusun yang membentuk galaksi kita," pungkas Sestito.