Trump menolak usulan pengaturan jangka pendek terkait kendali bersama atas Selat Hormuz.

"Tidak, selat itu akan terbuka untuk semua orang. Itu adalah perairan internasional dan Oman akan bersikap sama seperti yang lain atau kami harus meledakkan mereka.

Mereka memahami hal itu, mereka akan baik-baik saja," tegas Trump.

Di pihak lain, pejabat militer Iran merespons tekanan tersebut dengan menyatakan kesiapan pertahanan mereka.

Pihak Garda Revolusi Iran menilai ancaman serangan langsung dari musuh tidak akan efektif karena adanya kelemahan di sisi lawan.

"Perang rendah karena kelemahan musuh," kata Mohammad Akbarzadeh, pejabat Garda Revolusi Iran.

Kendati menganggap potensi perang terbuka cukup rendah, militer Iran memastikan seluruh personelnya tidak akan menurunkan kewaspadaan.

Pasukan Teheran dipastikan tetap memantau pergerakan musuh dengan kesiapan persenjataan lengkap.

"Berbaring menunggu dengan magasin penuh," ujar Mohammad Akbarzadeh.

Krisis diplomatik ini semakin rumit karena merembet ke wilayah Libanon Selatan, di mana Israel meluncurkan operasi militer besar-besaran terhadap kelompok Hizbullah.

>>> Sucor AM Jadi Partner Utama IFN Forums 2026, Dorong Investasi Syariah

Terkait hal ini, Teheran menegaskan bahwa perjanjian damai dengan AS nantinya harus mencakup penghentian konflik di Libanon.