Pihak Gaikindo tetap optimistis karena performa penjualan kendaraan bermotor nasional hingga April 2026 tercatat masih lebih baik dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kebijakan berbeda diambil oleh raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Motor, yang merencanakan pengurangan volume produksi kendaraan di fasilitas manufaktur di luar Jepang sebesar 83.000 unit hingga November tahun ini.

Langkah pemangkasan rantai produksi oleh Toyota Motor dipicu oleh melemahnya permintaan pasar global yang terdampak konflik geopolitik yang terus berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

>>> Ayu Ting Ting Akui Kedekatan dengan Kevin Gusnadi, Dapat Restu Keluarga

Sebelum keputusan ini, produsen asal Jepang tersebut juga telah memotong kuota produksi di luar negeri sebanyak 38.000 unit untuk fase Mei hingga November akibat tersendatnya jalur ekspor ke Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.