Manajemen juga memperkuat sistem penagihan, efisiensi operasional, dan pemantauan kualitas aset untuk menekan risiko kredit bermasalah.

Sementara itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) melihat peningkatan suku bunga acuan memengaruhi pola konsumsi pelanggan.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani menyatakan konsumen kini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian.

"Kenaikan BI Rate menjadi 5,25% menjadi salah satu faktor yang kami cermati," ujar Sylvanus.

Meski demikian, ia optimistis potensi pembiayaan tetap tumbuh tinggi didorong oleh kebutuhan mobilitas dan kegiatan produktif.

Manajemen Adira Finance menegaskan penyesuaian bunga pembiayaan tidak berjalan secara otomatis. Penyesuaian mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, segmentasi produk, profil risiko konsumen, dan tingkat persaingan.

>>> BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis Jangmi

Adira Finance kini memperkuat pengelolaan margin, melakukan diversifikasi sumber pendanaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengintensifkan aktivitas penagihan. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan risiko kredit macet.