Penulis masuk dan membeli beberapa makanan, termasuk famichiki yang terasa pas karena belum sarapan.

Di luar minimarket ada persimpangan tempat para anggota berfoto bersama. Karya seni yang menjadi latar Tomori berada di seberang jalan.

Penulis terus berjalan ke selatan menyusuri jalan pesisir hingga tiba di La Marée de Chaya dekat halte bus.

Toko masih tutup, tetapi tempat itu indah dengan latar laut.

Akhirnya, penulis sampai di Pelabuhan Hayama. Banyak adegan MV terjadi di sini, dan momen itu terasa emosional.

Setelah pelabuhan, penulis berjalan sekitar setengah jam ke Halte Bus Shin-Nase. Halte itu sendiri muncul di MV, dengan para anggota beristirahat di sana.

Lebih jauh ke selatan, penulis menemukan papan petunjuk kota Hayama yang ditunjuk Anon.

Dari sana, penulis menuju Pantai Shibasaki. Tempat ini adalah lokasi adegan para anggota memegang lirik bait kedua dan menghabiskan waktu bersama.

Kemudian tibalah lokasi yang paling dinanti: Pantai Isshiki. Di sinilah Anon menulis "Egakumirai" di pasir.

>>> Cinema XXI Sediakan Puluhan Film Selama Libur Idul Adha 1447 H

Berdiri di sana terasa surreal. Pantai sepi, hanya ada warga lokal yang berjalan-jalan dengan anjing.

Penulis berdiri sejenak mendengar ombak.

Di tengah pantai terdapat jalan setapak tempat kelima anggota berjalan bersama di MV.

Lebih ke timur ada area dekat Villa Kekaisaran Hayama, tempat Soyo memegang lirik. Sayangnya, penulis datang saat musim dingin sehingga dedaunan belum mekar dan tembok sulit dikenali.

Setelah berjam-jam berjalan, penulis tiba di Taman Hayama.

Ia duduk di bangku taman, mengeluarkan camilan dari Family Mart, dan makan sambil menikmati pemandangan, seperti para anggota band di MV.