“Yang menurut aku toxic tuh nggak mau mendengarkan satu sama lain. Maksudnya di saat kita lagi berantem sama pasangan.

Oke, awalnya kan kita pasti punya cara masing-masing, kita mau langsung selesaikan masalahnya atau kita mau masing-masing dulu sendiri segala macam.

Dan apa yang pasangan kita mau di saat itu, kita harus respect. Tapi, akhirnya apa pun yang terjadi harus selalu diomongin dan mendengarkan dari dua sisi.

Oke, misalnya dia mau ngomong dulu, ya sudah dengerin dulu, baru sebaliknya, cari solusi bareng-bareng,” jelas Haico.

Haico menegaskan bahwa sikap saling menghargai dan mendengarkan akan memperkuat rasa percaya serta membantu pasangan memahami batasan satu sama lain.

“Karena itu yang menurut aku bisa membuat kamu berkomunikasi dengan lebih baik sama pasangan juga. Kalian juga saling membangun kepercayaan.

Jadi, tahu juga apa yang dia suka, apa yang dia nggak bisa terima. Itu jadi pelajaran ke depan untuk membangun hubungan yang kuat,” tutupnya.

Kekerasan, Gaslighting, dan Pemutusan Hubungan

Saat membahas mengenai batasan toleransi, baik Dinda maupun Haico menegaskan bahwa kekerasan fisik dan verbal tidak boleh ditoleransi dalam kondisi apa pun.

Perilaku kasar dan gaslighting tidak hanya merusak hubungan, tetapi juga dapat menghancurkan rasa percaya diri dan kehidupan korban.

Terkait cara menyikapi individu yang memberikan dampak buruk, kedua aktris ini memilih untuk melakukan pemutusan hubungan secara total atau cut off daripada melakukan aksi balas dendam yang menguras energi fisik maupun mental.

“Tapi, kamu tahu?

Cut off itu salah satu dendam yang kita ngga ngelakuin (secara terang-terangan), tapi dia bakal sakit banget lho.

>>> JHL Collection Buka Noema Resort Gili Trawangan pada Juli 2026

Orang bisa kayak makin sakit banget gara-gara kita hilang. Itu salah satu dendam yang halus, nggak keliatan, tapi impactful,” kata Dinda.