Itu toxic lho,” kata Dinda.

Ia juga menyoroti stigma masyarakat yang sering melabeli seseorang sebagai figur egois atau memiliki sifat menghindar ketika mencoba mengambil jarak demi kenyamanan diri.

“Kalau aku ngomong gitu (memikirkan diri sendiri) nanti ada yang billing ‘kamu egois banget’, ‘kamu cuma mikirin diri sendiri’.

Terus, kalau misalkan kita merasa nggak nyaman dan kita butuh step back dulu, dibilang avoidance,” tambahnya.

Komunikasi, Ego, dan Ekspektasi Kesempurnaan

Faktor lain yang dinilai dapat merusak keharmonisan adalah buruknya komunikasi dan tingginya ego, terutama saat salah satu pihak mulai menyimpan rahasia besar.

Dinda mengaku sebagai tipe orang yang transparan dan kesulitan menyembunyikan ekspresi wajah jika ada masalah.

“Aku kayaknya susah deh menyimpan rahasia, karena pasti bakal ketahuan. Terus kalau misalkan aku di posisi yang kayak pasangan aku punya rahasia besar dan aku nggak tau.

>>> Eva Manurung Bongkar Alasan Pernikahan Virgoun dan Lindi Fitriyana

Mungkin aku bakal nggak bohong, aku pasti bakal melihat seperti ‘sebenarnya aku punya hubungan sama siapa sih?’

‘Aku pasangan kamu, tapi kayaknya aku nggak tahu apa-apa ya tentang kamu’. Tapi ya pasti nggak semua begitu sih, walaupun demi kebaikan,” ungkap Dinda.

Selain masalah keterbukaan, ekspektasi terhadap kesempurnaan hubungan juga menjadi salah satu red flag yang disoroti dalam serial Bercinta dengan Maut.

Tuntutan untuk selalu tampil tanpa cela dapat mengubah ruang aman menjadi panggung sandiwara yang memicu kelelahan emosional.

Pentingnya Saling Mendengar dan Menghormati

Menurut Haico, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik adalah kunci utama dalam membangun komunikasi yang sehat.

Hubungan berpotensi menjadi beracun apabila masing-masing pihak menolak untuk saling mendengarkan saat terjadi konflik.