Samsung kembali menunjukkan inovasinya di bidang ponsel fleksibel.

Setelah sukses dengan Galaxy Z Fold dan Z Flip, perusahaan asal Korea Selatan itu mendaftarkan paten untuk dua desain ponsel layar gulung (rollable) dan sliding terbaru.

>>> Vivo X500 Pro Max Siap Dobrak Pasar Fotografi Smartphone

Dokumen paten yang beredar mengungkap dua konsep berbeda. Keduanya menggunakan panel fleksibel yang dapat diperluas sesuai kebutuhan pengguna.

Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh WearView dan xleaks7, seperti dikutip dari Selular melalui GizmoChina.

Desain Pertama: Layar Tarik ke Samping

Desain pertama tampak seperti smartphone pada umumnya.

Secara fisik, perangkat ini mirip dengan Galaxy S26 reguler, namun menggunakan konfigurasi tiga modul kamera seperti Galaxy Z Fold 7.

Perbedaan utama terletak pada bodi yang lebih memanjang.

Saat pengguna membutuhkan ruang visual lebih besar, panel display dapat ditarik ke samping sehingga area pandang melebar secara horizontal.

Mekanisme pergeseran ini menggunakan sistem sliding atau rolling, bukan lipatan seperti Galaxy Z Fold.

>>> Samsung Kuasai Pasar Ponsel Global Kuartal I 2026 dengan Pangsa 22%

Kamera belakang ditempatkan pada celah khusus bodi yang ikut bergeser, sehingga pergerakannya selaras dengan bentangan layar tersembunyi.

Desain Kedua: Layar Tersembunyi di Dalam Bodi

Desain kedua menawarkan pendekatan berbeda. Dalam keadaan normal, panel fleksibel sepenuhnya tersimpan di dalam kompartemen bodi perangkat.

Layar akan melebar ketika pengguna menarik kedua sisi perangkat ke kanan dan kiri secara bersamaan.

Samsung menjelaskan metode ini efektif melindungi panel fleksibel dari goresan dan benturan fisik saat disimpan.

Integrasi Sensor dan Ketebalan Bodi

Pada kedua desain, modul kamera belakang ditempatkan di area bodi yang bergerak dinamis mengikuti bentangan layar.

Penempatan ini memungkinkan bodi tetap tipis karena kamera tidak bertumpuk di atas panel gulung.

Sistem mekanis dilengkapi sensor khusus untuk mendeteksi tingkat perluasan panel dan kecepatan pergeseran. Sensor ini membantu pengguna mengontrol ritme pembukaan dan penutupan layar sliding secara akurat.

>>> Canon Luncurkan EOS R6 V untuk Manjakan Kreator Konten

Saat ini, teknologi tersebut masih dalam tahap paten dan belum memasuki produksi massal komersial.