Kericuhan hebat terjadi di pusat kota Leipzig, Jerman, melibatkan pendukung Crystal Palace dan Rayo Vallecano pada Selasa malam waktu setempat, menjelang final UEFA Conference League 2026.

Aparat kepolisian Saxony melaporkan ketegangan bermula di sekitar area restoran dan bar. Sekitar 300 suporter Rayo Vallecano terlibat perselisihan sengit dengan fans Crystal Palace.

>>> Jadwal Playoffs MPL PH S17 Mulai 27 Mei 2026, Perebutkan Tiket MSC Paris

Aksi saling lempar benda tumpul tidak terhindarkan. Massa menggunakan botol, gelas bir, hingga furnitur restoran untuk menyerang satu sama lain.

Dua petugas kepolisian mengalami luka ringan saat melerai kedua kelompok. Pihak berwenang memeriksa identitas lebih dari 300 orang dan menahan dua orang di tempat kejadian.

"Fans Rayo Vallecano dan Crystal Palace saling menyerang secara verbal dan fisik," tulis pernyataan resmi kepolisian Leipzig.

Insiden Kedua

Situasi kembali memanas dalam insiden kedua tidak lama setelah keributan pertama. Polisi mendeteksi pergerakan sekitar 60 pendukung Crystal Palace yang melakukan provokasi di kawasan Penguin Ice Bar.

"Kelompok pendukung Crystal Palace yang dikenal sering membuat keributan bergerak ke area Penguin Ice Bar dan memprovokasi suporter Spanyol yang melintas," lanjut pernyataan polisi.

>>> Nuu B40 5G Tantang Pasar Entry Level dengan RAM 8GB

Final UEFA Conference League musim ini menjadi momen bersejarah bagi kedua tim, yang baru pertama kali merasakan final di kompetisi level Eropa.

Laga ini juga menjadi momen perpisahan bagi manajer Oliver Glasner yang akan meninggalkan Crystal Palace di akhir musim.

Kemenangan juga krusial bagi keterwakilan klub Inggris di kompetisi antarklub Eropa.

Jika Crystal Palace juara, klub Inggris berpeluang menyapu bersih tiga trofi utama Eropa musim ini.

Aston Villa telah mengamankan gelar Liga Europa, sedangkan Arsenal bersiap melawan Paris Saint-Germain di final Liga Champions.

>>> Ayu Ting Ting Ingin Segera Berhaji Susul Sang Ayah

Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, kepolisian Jerman melipatgandakan pengawasan di area stadion utama dan titik keramaian di pusat kota Leipzig.