"Kami optimistis, dengan memanfaatkan keunggulan teknologi digital dan memperkuat kolaborasi ekosistem, Amar Bank dapat terus mendorong pertumbuhan ini secara berkelanjutan hingga akhir tahun 2026," ucapnya.

Secara akumulatif, total pinjaman Amar Bank pada kuartal I-2026 melonjak 30,62% yoy menjadi Rp 4,16 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) di level 0,86%.

Manajemen memastikan akan terus meningkatkan kualitas layanan untuk memudahkan pelaku usaha.

Daya Tahan Sektor Mikro Terhadap Gejolak Ekonomi

Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, berpendapat bahwa pelaku usaha mikro memiliki resiliensi lebih kokoh terhadap guncangan ekonomi.

Faktor inilah yang membuat pembiayaan mikro tetap tumbuh positif di tengah koreksi segmen kecil dan menengah.

Sebab, ketika ekonomi tertekan, perputaran likuiditas keuangan di masyarakat cenderung berputar di ekosistem skala mikro. Namun, Rahma mencatat kelompok usaha ini sangat bergantung pada daya beli masyarakat luas.

"Selain terkait daya beli, inflasi pangan yang tidak terkendali juga bisa menggerus pendapatan riil pelaku usaha mikro.

Jika itu terjadi, kapasitas membayar cicilan akan terganggu dan NPL bank bisa naik," jelasnya.

Ia memprediksi ekspansi pembiayaan UMKM nasional akan moderat hingga akhir 2026 dengan digitalisasi dan efisiensi biaya sebagai solusi utama.

>>> Polres Pekalongan Kota Tangkap Pengasuh Ponpes di Buaran Terkait Asusila

"Segmen mikro kemungkinan besar akan tetap menjadi katup penyelamat pertumbuhan kredit UMKM nasional, mengingat segmen menengah cenderung defensif dan sensitif terhadap guncangan eksternal," kata Rahma.