"Berdasarkan informasi itu, Subdit III Ditresnarkoba Polda Kaltim yang dipimpin AKBP Agus kemudian melakukan penyelidikan bersama tim Bea Cukai," ujar Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

Tersangka S terpantau melakukan penerbangan langsung dan petugas gabungan segera melakukan penangkapan begitu mendarat.

"Pelaku berangkat dari Kuala Lumpur dan tiba di Bandara Sepinggan sekitar pukul 06.00 Wita.

Gerak-gerik dan aktivitas tersangka sudah kami pantau sejak awal, hingga akhirnya berhasil diamankan oleh tim gabungan," tegas Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

Saat pemeriksaan fisik di area bandara, petugas menemukan korset yang dimodifikasi di tubuh S untuk menyimpan dua bungkus besar sabu.

S sempat bertemu dengan seseorang berinisial G di sebuah hotel di Balikpapan sebelum ditangkap.

Ia mengaku menerima sabu secara langsung di Malaysia.

"Dari pengakuan pelaku kepada petugas, sabu-sabu didapatkannya dari seorang rekannya di Malaysia berinisial Y, melalui pertemuan langsung," jelas Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

Petugas juga mengidentifikasi modus pengiriman ekstasi lewat paket barang kebutuhan sehari-hari dari Jerman.

>>> Perumda Dharma Jaya Sediakan Fasilitas Potong Sapi Kurban PWNU DKI

"Modusnya menyatukan ekstasi dengan kemasan kopi dan barang kebutuhan sehari-hari agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ekstasi ditemukan tersembunyi di dalam bungkus kopi," kata Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

Paket berisi ribuan ekstasi tersebut diambil oleh seorang perempuan anak angkat WF atas perintahnya.

Polisi kemudian meringkus WF selaku pengendali utama.

"Paket narkotika itu diambil oleh seorang perempuan yang memiliki hubungan keluarga dengan WF atau anak angkat dari pelaku.

Dia diperintahkan untuk mengambil paket yang sudah dikirim," ujar Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

Kandungan zat aktif pada ekstasi sitaan dinilai jauh lebih tinggi dan berbahaya dibandingkan ekstasi yang biasa beredar.