Presiden Prabowo Subianto melaksanakan rangkaian kunjungan resmi kenegaraan ke Prancis. Kunjungan ini didasari pertimbangan khusus untuk membawa dampak positif bagi Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan besarnya kegunaan agenda internasional tersebut. Ia menyampaikan hal itu setelah melaksanakan ibadah bersama di Masjid Istiqlal Jakarta.

>>> Nilai Jual Kembali Jadi Faktor Utama Konsumen Indonesia Saat Beli Mobil Baru

"Presiden ada pertimbangan-pertimbangan khusus untuk melakukan kunjungan, tidak hanya ke luar negeri, tetapi ke dalam negeri juga.

Kami yakin nanti akan membawa manfaat untuk Indonesia di masa yang akan datang," kata Saifullah Yusuf.

Faktor kebermanfaatan bagi masyarakat dalam negeri menjadi tolok ukur utama setiap rencana perjalanan dinas presiden. Hal ini berlaku baik di dalam negeri maupun global.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan posisi presiden di Eropa yang bertepatan dengan momen perayaan keagamaan. Hal itu karena penyesuaian jadwal yang telah disusun.

>>> BI Rate Naik 5,25 Persen, Industri Pembiayaan Tertekan hingga Akhir Tahun

"Kan tahun lalu di sini, tahun ini kebetulan bertepatan juga dengan kunjungan kenegaraan, state visit," kata Fadli Zon.

Ia menambahkan bahwa ibadah hari raya dapat ditunaikan di mana saja, dan kali ini berlokasi di Paris.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan tertulis di Jakarta pada Selasa (26/5/2026). Ia merinci aktivitas kepresidenan selama di luar negeri.

"Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan Shalat Idul Adha dan silaturahmi dengan WNI di Wisma KBRI Paris," kata Teddy Indra Wijaya.

>>> Haier dan Electronic City Luncurkan Mesin Cuci Premium L+ Lewat Acara Bersepeda

Teddy mengonfirmasi kedatangan presiden di Paris menandai dimulainya agenda resmi. Perencanaan kunjungan ini telah dilakukan sejak tahun lalu setelah beberapa kali penundaan jadwal.